Sebenarnya, pekan ini masih ada satu risiko ekor lainnya, yaitu rapat kebijakan moneter BOJ yang dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober. Ekspektasi utama pasar saat ini adalah kenaikan suku bunga akan ditunda pada Oktober.
Bagi pasar, penundaan kenaikan suku bunga pada Oktober sudah menjadi ekspektasi dasar. Pertanyaannya adalah apakah penundaan itu bernada dovish atau hawkish. Jika kenaikan suku bunga ditunda pada Oktober sebagai persiapan untuk menaikkannya pada Desember, hal ini akan kembali mengguncang pasar berisiko serta perdagangan selisih suku bunga AS-Jepang. Karena itu, setelah Fed, ini menjadi risiko makro ekor lainnya.
Selanjutnya, kita perlu melihat apakah bank sentral AS dan Jepang sejalan dalam langkah kebijakan serta seberapa besar toleransi mereka terhadap inflasi. Sebelumnya, BOJ ingin mendorong inflasi hingga 2%. Namun, belakangan ini sejumlah pejabat BOJ menyatakan bahwa inflasi harus dicegah agar tidak menembus 2% dan lepas kendali. Artinya, jika tekanan inflasi meningkat, kemungkinan besar penundaan kenaikan suku bunga pada Oktober akan bernada hawkish. Hal ini dapat mendorong imbal hasil obligasi Jepang naik dan menguatkan yen.
Sebaliknya, Fed mengadakan rapat kebijakan moneter lebih dahulu daripada BOJ. Jadi, kita perlu melihat apakah langkah kedua pihak sejalan. Jika keduanya sama-sama menunda kenaikan suku bunga dengan nada hawkish, dampaknya terhadap selisih suku bunga AS-Jepang tidak akan besar. Namun, jika Fed menunda dengan nada dovish atau netral, sementara BOJ mengisyaratkan penundaan yang hawkish, selisih suku bunga AS-Jepang akan semakin menyempit. Ini akan semakin membatasi likuiditas keuangan, terlebih rapat BOJ berlangsung pada Jumat, menjelang penutupan pekan. Karena itu, risiko ekor ini tetap perlu diperhatikan!#比特币再度跌破8万美元
Bagi pasar, penundaan kenaikan suku bunga pada Oktober sudah menjadi ekspektasi dasar. Pertanyaannya adalah apakah penundaan itu bernada dovish atau hawkish. Jika kenaikan suku bunga ditunda pada Oktober sebagai persiapan untuk menaikkannya pada Desember, hal ini akan kembali mengguncang pasar berisiko serta perdagangan selisih suku bunga AS-Jepang. Karena itu, setelah Fed, ini menjadi risiko makro ekor lainnya.
Selanjutnya, kita perlu melihat apakah bank sentral AS dan Jepang sejalan dalam langkah kebijakan serta seberapa besar toleransi mereka terhadap inflasi. Sebelumnya, BOJ ingin mendorong inflasi hingga 2%. Namun, belakangan ini sejumlah pejabat BOJ menyatakan bahwa inflasi harus dicegah agar tidak menembus 2% dan lepas kendali. Artinya, jika tekanan inflasi meningkat, kemungkinan besar penundaan kenaikan suku bunga pada Oktober akan bernada hawkish. Hal ini dapat mendorong imbal hasil obligasi Jepang naik dan menguatkan yen.
Sebaliknya, Fed mengadakan rapat kebijakan moneter lebih dahulu daripada BOJ. Jadi, kita perlu melihat apakah langkah kedua pihak sejalan. Jika keduanya sama-sama menunda kenaikan suku bunga dengan nada hawkish, dampaknya terhadap selisih suku bunga AS-Jepang tidak akan besar. Namun, jika Fed menunda dengan nada dovish atau netral, sementara BOJ mengisyaratkan penundaan yang hawkish, selisih suku bunga AS-Jepang akan semakin menyempit. Ini akan semakin membatasi likuiditas keuangan, terlebih rapat BOJ berlangsung pada Jumat, menjelang penutupan pekan. Karena itu, risiko ekor ini tetap perlu diperhatikan!#比特币再度跌破8万美元

