Menurut dua pejabat AS, pasukan AS di Timur Tengah siap melancarkan operasi militer baru, yang berpotensi berskala besar, terhadap Iran dalam waktu 96 jam setelah menerima perintah dari Presiden Trump. Jumlah pasukan yang telah dikerahkan saat ini sudah memadai untuk melaksanakannya.

Operasi kali ini diperkirakan akan jauh lebih luas daripada sekadar menyerang radar, peluncur, dan aset-aset yang dapat dengan cepat dibangun kembali oleh Iran, seperti yang terjadi selama ini.

Menurut sejumlah pejabat yang masih menjabat maupun mantan pejabat, pertanyaannya bukan lagi apakah Trump akan memberi perintah, melainkan kapan. Operasi itu mungkin terjadi sebelum akhir tahun ini, tetapi kemungkinan yang lebih besar adalah setelah pemilu sela di AS.