Setiap Halloween selalu ada satu momen yang tak pernah kulupakan. Tahun lalu, listrik padam, ada labu ukiran tangan, dan sebuah cerita yang membuat seluruh keluargaku ketakutan.

Aku mulai dari kostumnya. Tahun ini aku ingin mengenakan sesuatu yang berbeda dari jubah vampir yang biasa, jadi aku membuat "Hantu Kripto". Kostumnya berupa seprai putih dengan dua lubang untuk mata. Aku mengenakan topi Binance dan hoodie kuning di atasnya agar logonya terlihat. Sepupu kecilku tertawa terbahak-bahak sampai bilang aku terlihat seperti hantu yang kena likuidasi. Benar juga. 😂

Dekorasi adalah bagian favoritku. Kami menghabiskan sore dengan mengukir labu di tangga depan rumah. Labuku punya seringai miring, dan aku menempelkan stiker Binance kecil di bagian bawahnya. Kakakku membuat kelelawar dari kertas hitam lalu menempelkannya di jendela. Kami memasang lampu oranye di sepanjang pintu, dan seluruh rumah beraroma biji labu panggang. Tidak mewah, tetapi terasa hangat.

Lalu tibalah cerita yang kujanjikan.

Saat usiaku sekitar sepuluh tahun, desa kami mati listrik pada malam Halloween. Gelap gulita, hanya ada lilin. Nenek mengumpulkan semua anak di lantai lalu berkata, "Malam ini aku akan menceritakan kisah tentang perempuan pembawa lentera."

Nenek bercerita bahwa dahulu kala, seorang perempuan berjalan menyusuri jalan setapak di tepi sungai setiap malam sambil membawa lentera kecil, mencari adiknya yang hilang. Kalau melihat cahayanya, katanya, jangan pernah mengikutinya. Kalau kamu mengikutinya, kamu akan berjalan berputar-putar sampai pagi.

Sumpah, tepat saat itu, lilin di tengah ruangan berkedip lalu padam. Semua anak menjerit. Sepupuku mencengkeram lenganku begitu keras sampai keesokan harinya lenganku memar. Lalu nenek mulai tertawa. Ternyata dia sendiri yang meniup lilinnya. 😅

Kami tertawa sambil gemetaran selama sepuluh menit. Tapi malam itu aku menyadari sesuatu: bagian terbaik dari Halloween bukanlah rasa takut, melainkan orang-orang di sampingmu saat lampu padam.

Sekarang aku sudah dewasa, dan tradisi itu terus berlanjut. Setiap tahun aku menceritakan kisah itu kepada sepupu-sepupuku yang lebih muda, dan setiap tahun ceritanya jadi sedikit lebih seram karena aku menambahkan detail baru. Tadi malam salah satu dari mereka bertanya, "Apa perempuan pembawa lentera itu masih berkeliaran di luar sana?" Kujawab, "Hanya kalau kamu mengikuti cahayanya." Dia tidak tidur sendirian.

Lucu ya, tradisi berubah, tapi perasaannya tetap sama. Dulu aku memegang lilin. Sekarang aku memegang ponsel, menelusuri Binance Square di sela-sela mengukir labu dan membeli camilan, membaca cerita yang dibagikan orang-orang di seluruh Asia Tenggara. Ada yang mengunggah kue labu, ada yang mengunggah kostum keluarga, ada juga yang membagikan kisah hantu dari kota mereka. Itu mengingatkanku bahwa komunitas bukan cuma grafik dan angka. Komunitas adalah orang-orang yang berbagi momen kecil yang nyata, dan itulah yang kusukai dari kampanye ini.

Jadi, ini saranku untuk Halloween-mu:

🎃 Ukir sesuatu yang konyol. Labu yang sempurna itu membosankan.

👻 Ceritakan satu kisah seram, dan buat ceritanya personal.

🕯️ Matikan lampu selama satu menit dan sadari siapa yang ada di sampingmu.

💛 Bagikan ceritanya. Ada seseorang di luar sana yang butuh tertawa.

Halloween-ku tidak mewah atau sempurna. Suasananya ramai, sedikit menyeramkan, penuh tawa, dan hoodie Binance kuningku selalu muncul di setiap foto. Kalau kamu membaca ini, semoga malammu dipenuhi orang-orang menyenangkan, cerita seru, dan labu yang tetap menyala.

Selamat Halloween, semuanya! Apa kisah paling seram yang kamu dengar saat tumbuh besar? Ceritakan di kolom komentar. 👇

#SEAPumpkinFrenzy

$AIN

AINBSC
AINUSDT
0.15073
-2.26%

$TAG

TAGBSC
TAG
0.000788
+16.95%

$BEAT

BEATBSC
BEAT
0.087688
-4.59%