Strategy menghentikan sementara pembelian BTC dan beralih menggunakan US$205 juta untuk membeli kembali STRC! Apa artinya?
Strategy, yang selama ini berpegang pada prinsip “cukup terus membeli Bitcoin”, kali ini menunjukkan perubahan yang patut diperhatikan.
Menurut pengungkapan terbaru, dari 19 hingga 25 Oktober, Strategy tidak menambah maupun menjual BTC. Sebaliknya, perusahaan menghabiskan sekitar US$204,9 juta untuk membeli kembali 2,068 juta saham preferen STRC. Saat ini, perusahaan masih memegang 848.517 BTC.
Mengapa melakukan ini?
Menurut saya, kuncinya adalah Strategy tidak hanya perlu memegang Bitcoin, tetapi juga mengelola biaya pendanaannya.
STRC merupakan saham preferen dengan dividen mengambang. Membeli kembali saham seperti ini berpotensi mengurangi pembayaran dividen di masa mendatang. Namun, pada saat yang sama, dana tersebut jadi tidak bisa digunakan untuk terus membeli BTC.
Yang lebih patut diperhatikan, saldo kas biasa Strategy telah turun menjadi sekitar US$242,4 juta. Perusahaan juga memiliki cadangan dolar AS sebesar US$4,83 miliar, yang terutama digunakan untuk mendukung pembayaran dividen saham preferen dan bunga utang. Kedua sumber dana ini memiliki tujuan penggunaan yang berbeda.
Jadi, ini belum tentu berarti Strategy pesimistis terhadap Bitcoin. Namun, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan juga perlu memilih antara menambah kepemilikan BTC dan mengelola struktur pendanaannya.
Ke depan, saya akan mencermati kapan perusahaan kembali membeli koin, bagaimana perubahan saldo kasnya, dan apakah pembelian kembali saham preferen akan berlanjut.
Bagaimanapun, bagi Strategy, memegang BTC dalam jangka panjang memang penting, tetapi kemampuan untuk memperoleh pendanaan secara berkelanjutan dan wajar juga sama pentingnya.
Menurut Anda, apakah langkah ini merupakan upaya mengoptimalkan struktur modal, atau pertanda bahwa kemampuan Strategy untuk membeli koin dalam jangka pendek mulai melemah?
#BTC #strategy #strategy未购比特币斥资2.05亿美元回购strc
Strategy, yang selama ini berpegang pada prinsip “cukup terus membeli Bitcoin”, kali ini menunjukkan perubahan yang patut diperhatikan.
Menurut pengungkapan terbaru, dari 19 hingga 25 Oktober, Strategy tidak menambah maupun menjual BTC. Sebaliknya, perusahaan menghabiskan sekitar US$204,9 juta untuk membeli kembali 2,068 juta saham preferen STRC. Saat ini, perusahaan masih memegang 848.517 BTC.
Mengapa melakukan ini?
Menurut saya, kuncinya adalah Strategy tidak hanya perlu memegang Bitcoin, tetapi juga mengelola biaya pendanaannya.
STRC merupakan saham preferen dengan dividen mengambang. Membeli kembali saham seperti ini berpotensi mengurangi pembayaran dividen di masa mendatang. Namun, pada saat yang sama, dana tersebut jadi tidak bisa digunakan untuk terus membeli BTC.
Yang lebih patut diperhatikan, saldo kas biasa Strategy telah turun menjadi sekitar US$242,4 juta. Perusahaan juga memiliki cadangan dolar AS sebesar US$4,83 miliar, yang terutama digunakan untuk mendukung pembayaran dividen saham preferen dan bunga utang. Kedua sumber dana ini memiliki tujuan penggunaan yang berbeda.
Jadi, ini belum tentu berarti Strategy pesimistis terhadap Bitcoin. Namun, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan juga perlu memilih antara menambah kepemilikan BTC dan mengelola struktur pendanaannya.
Ke depan, saya akan mencermati kapan perusahaan kembali membeli koin, bagaimana perubahan saldo kasnya, dan apakah pembelian kembali saham preferen akan berlanjut.
Bagaimanapun, bagi Strategy, memegang BTC dalam jangka panjang memang penting, tetapi kemampuan untuk memperoleh pendanaan secara berkelanjutan dan wajar juga sama pentingnya.
Menurut Anda, apakah langkah ini merupakan upaya mengoptimalkan struktur modal, atau pertanda bahwa kemampuan Strategy untuk membeli koin dalam jangka pendek mulai melemah?
#BTC #strategy #strategy未购比特币斥资2.05亿美元回购strc
