⛏️ Yang paling stabil di dunia on-chain bukanlah mereka yang memburu shitcoin, melainkan platform penerbit yang memungut “biaya tol”—PONS milik Robinhood Chain masih menempati posisi teratas di chain tersebut hari ini, dengan volume transaksi sekitar $1,077 万.

Namun, bisnis “menjual sekop” punya sisi gelap. Pada akhir September, analis on-chain Wazz mengungkap bahwa dalam sekitar 53 penerbitan Meme di Robinhood Chain, pola yang sama digunakan untuk merebut lebih dari 70% token dengan 70–200 dompet, dan setidaknya mengeruk sekitar $1,843 万. Beberapa kasus terbesar adalah CRUMBS (sekitar $312 万), LEGS (sekitar $290 万), dan PINK (sekitar $144 万). Modusnya selalu sama: membeli secara massal begitu token diluncurkan hingga bonding curve terkuras, lalu menjual token kepada investor ritel yang masuk belakangan.

Menurut saya, token platform (PONS) mendapat keuntungan dari antusiasme penerbitan. Pada dasarnya, ini adalah “biaya tol”—selama masih ada orang yang menerbitkan token dan bertransaksi, arus kas akan terus mengalir. Sebaliknya, jika insiden rug dan front-running makin sering terjadi dan investor ritel terus-menerus dikuras, kepercayaan pengguna dan antusiasme penerbitan akan memudar, lalu prospek pendapatan ikut menurun. Inilah perbedaan terbesar PONS dari Meme yang sekadar mengandalkan gambar lucu, sekaligus faktor jangka panjang terpentingnya.

Jadi, yang lebih layak diperhatikan bukan apakah PONS naik hari ini, melainkan apakah “kualitas” dan “jumlah” penerbitan baru di on-chain akan makin timpang akibat insiden seperti ini.

Saat bermain Meme, apakah kamu lebih memedulikan “risiko platform menguras dana/front-running”, atau hanya memantau grafik harga? 🤔
#Binance #PONS #RobinhoodChain #MemeCoin(pantauan, bukan saran investasi)