Bahkan kamu tak berani mengutip unggahanku, karena semuanya bukti telak.

Penipu kali ini kalah telak. Membuat akun kecil untuk mengatur komentar demi dirimu sendiri masih kurang meyakinkan. Lain kali tulis yang lebih sederhana, sesederhana data ruang siaran langsung yang kamu beli itu.

Kamu menjawab beberapa hal kecil dengan menghindari pokok persoalan, lalu bilang hidupmu dan orang tuamu susah. Kalau orang tuamu tahu kamu menipu, mereka pasti sangat terpukul. Mereka sudah cukup menderita.

Hadapi masalah seperti seorang laki-laki, jangan malah terbiasa berbohong.

Satu kebohongan perlu ditutupi dengan entah berapa banyak kebohongan lain. Kamu tak akan bisa menutupinya!

Aku tak tertarik padamu. Aku membongkar kebohonganmu hanya karena mereka meminta lewat kiriman, sekadar membantu orang.

Tapi kali ini kamu mau mendengarkan. Kamu tak lagi membombardir mereka dengan telepon, karena tahu mereka paham hukum dan akan melapor ke polisi.

Pergi dan minta maaf kepada mereka. Kalau begitu, mungkin aku masih akan sedikit menghormatimu.