Bagaimana cara menghitung biaya transaksi spot dan futures? Pahami dulu: platform mengenakan biaya transaksi, bukan “bagi hasil keuntungan”.

Saat baru mengenal dunia kripto, banyak orang punya pertanyaan:

“Saya cuma untung beberapa U dari transaksi ini, kok biaya transaksinya dipotong sebanyak ini?”

Ada juga yang bingung: “Saya jelas-jelas rugi, kenapa tetap harus membayar biaya transaksi?”

Karena biaya transaksi biasanya tidak bergantung pada apakah kamu untung atau rugi, melainkan pada volume transaksimu dan tarif yang berlaku untuk transaksi tersebut.

Kalau kamu untung 100 U, bukan berarti 100 U itu dikalikan dengan tarif biaya; kalau kamu rugi 100 U, kamu juga tidak dibebaskan dari biaya hanya karena rugi.

Ingat dulu prinsip dasarnya:

Biaya trading = nilai transaksi aktual × tarif yang berlaku.

Prinsip ini bisa digunakan untuk memahami perdagangan spot dan kontrak bermargin USDT yang umum. Namun, mata uang apa yang digunakan untuk membayar biaya dan cara menentukan nilai transaksi perlu dibahas secara terpisah.

Kita mulai dari perdagangan spot, yang lebih mudah dipahami.

Misalkan harga sebuah koin adalah 10U. Kamu membelanjakan 1000U dan membeli 100 koin. Anggap tarif biaya trading sebesar 0.1%.

Biaya trading untuk pembelian ini setara dengan:

1000 × 0.1% = 1U.

Namun, saat membuka akun, kamu belum tentu melihat “potongan sebesar 1 USDT”.

Sebagai contoh, pada pengaturan biaya default untuk perdagangan spot biasa, biaya trading biasanya dipotong dari aset yang kamu terima. Saat membeli, aset yang diterima adalah koin, jadi biaya bisa dipotong dalam koin. Saat menjual, aset yang diterima adalah USDT, jadi biaya bisa dipotong dalam USDT. Jika menggunakan metode pembayaran biaya lain yang memenuhi syarat, biaya akan diproses sesuai aturan terkait.

Jadi, jika biaya transaksi di atas dipotong dari koin yang dibeli:

100 koin × 0.1% = 0.1 koin.

Kamu membeli 100 koin, tetapi jumlah yang benar-benar masuk ke akun adalah 99.9 koin.

Saat pertama kali melihatnya, sebagian orang mengira jumlah yang dibeli kurang. Padahal, jumlah yang dieksekusi dan jumlah yang masuk setelah biaya dipotong memang bisa berbeda.

Saat menjual, hitung lagi berdasarkan nilai transaksi aktual dari penjualan tersebut.

Bagian ini sangat mudah salah dihitung: pembelian dan penjualan dikenai biaya masing-masing, jadi jangan hanya menghitung biaya pembelian.

Selain itu, nilai kedua transaksi bisa berbeda. Jika harga naik atau turun, atau kamu hanya menjual sebagian, biaya trading akan berubah mengikuti transaksi aktual. Kamu hanya bisa memperkirakan biaya satu sisi lalu mengalikannya dengan dua jika nilai transaksi kedua sisi kurang lebih sama dan tarifnya juga sama.

Selanjutnya, kontrak. Di sinilah paling banyak orang salah menghitung.

Misalkan kamu menggunakan 1000U sebagai margin, membuka posisi kontrak bermargin USDT senilai 10000U dengan leverage 10x. Sebagai contoh, anggap tarif biaya trading saat membuka posisi adalah 0.05%.

Kamu mungkin mengira hitungannya:

1000 × 0.05% = 0.5U?

Sebenarnya, hitung berdasarkan nilai posisi yang dieksekusi:

10000 × 0.05% = 5U.

Jika nilai transaksi saat menutup posisi masih sekitar 10000U dan tarif biaya saat menutup juga 0.05%, kamu akan membayar sekitar 5U lagi.

Jadi, total biaya trading untuk membuka dan menutup posisi sekitar 10U.

Margin adalah dana yang kamu gunakan untuk menopang posisi, sedangkan dasar perhitungan biaya trading adalah nilai aktual posisi yang dieksekusi.

Jangan mencampuradukkan kedua angka ini.

Tarif di sini hanya untuk memudahkan perhitungan. Tarif sebenarnya bergantung pada bursa, pasangan perdagangan, tingkat akun, apakah order menambah atau mengambil likuiditas, serta diskon yang berlaku.

Ada juga kesalahpahaman yang sering muncul: “Kalau pakai leverage 10x, biaya trading juga dikalikan 10?”

Tergantung sampai tahap mana kamu menghitungnya.

Kalau kamu sudah menghitung nilai posisi sebesar 10000U, cukup kalikan 10000U dengan tarif. Jangan mengalikannya lagi dengan leverage setelah perhitungan selesai.

Untuk posisi 10000U yang sama, dengan cara eksekusi dan tarif yang sama, sekadar mengubah leverage tidak akan otomatis menambah biaya trading transaksi tersebut. Biaya baru meningkat mengikuti nilai transaksi jika margin tetap dan leverage digunakan untuk memperbesar posisi.

Untuk kontrak dengan margin koin, jangan langsung menggunakan satuan yang sama seperti kontrak bermargin USDT. Ambil contoh kontrak inverse yang umum: gunakan “jumlah kontrak × nilai nominal per kontrak ÷ harga eksekusi” untuk mengonversinya menjadi jumlah koin terkait, lalu kalikan dengan tarif. Biaya trading juga dibayarkan dalam koin terkait.

Mengapa untuk transaksi 1000U yang sama, biaya trading orang lain bisa lebih rendah daripada punyamu?

Selain diskon akun, ini juga bisa bergantung pada apakah order menambah atau mengambil likuiditas.

Setelah kamu memasang order, order tersebut tercatat di buku order dan menunggu hingga dieksekusi oleh pihak lain. Ini biasanya disebut maker atau penambah likuiditas.

Kalau order-mu langsung dieksekusi dengan order yang sudah ada di buku order, ini disebut taker atau pengambil likuiditas.

Order limit belum tentu termasuk maker. Jika order limit yang kamu kirim langsung dieksekusi, biayanya tetap bisa dikenakan tarif taker. Bagian-bagian berbeda dari satu order juga bisa dieksekusi dengan cara yang berbeda. Tarif maker biasanya lebih rendah, tetapi untuk beberapa produk atau tingkat akun, tarif keduanya bisa saja sama.

Jadi, jangan hanya melihat apakah kamu memilih “limit” atau “market”. Periksa catatan eksekusi akhirnya.

Selain itu, pada kontrak perpetual ada biaya lain yang sering disamakan dengan “biaya trading”, yaitu biaya pendanaan.

Biaya ini terpisah dari biaya trading saat membuka dan menutup posisi, dan biasanya dibayarkan antara pemegang posisi long dan short. Kamu bisa membayar atau menerima biaya ini. Apakah kamu ikut dalam penyelesaian dan seberapa sering penyelesaian dilakukan bergantung pada aturan kontrak terkait.

Misalnya, saat penyelesaian tertentu, nilai posisi adalah 10000U dan tingkat biaya pendanaan diasumsikan sebesar 0.01%. Biaya pendanaannya berarti 1U. Untuk mengetahui apakah kamu membayar atau menerima, perhatikan arah posisi dan apakah tingkat biayanya positif atau negatif.

Namun, jangan memaksakan diri mengejar volume trading hanya untuk naik tingkat tarif. Melakukan banyak transaksi yang belum kamu yakini hanya demi menghemat sedikit biaya belum tentu menguntungkan setelah dihitung.

Lain kali saat merasa “transaksi ini jelas untung, kok dana yang masuk sedikit sekali”, periksa empat hal berikut satu per satu: nilai transaksi aktual, tarif biaya trading, mata uang yang digunakan untuk membayar biaya, dan catatan biaya pendanaan.

Setelah semua hal ini cocok, biasanya akan jelas ke mana uangnya pergi.

Sebelum mencari titik masuk, sekalian hitung berapa biaya untuk membuka dan menutup posisi. Bagaimanapun, selisih harga yang kamu harapkan harus lebih dulu menutup biaya transaksi. Sisanya barulah menjadi keuntunganmu.