Tahun ini usiaku 29 tahun. Aku bekerja sebagai seniman visual gim independen, dan sehari-hari mengandalkan desain karakter, ilustrasi latar, serta proyek alih daya. Terus terang, menjadi pekerja lepas memang terlihat bebas, tetapi pekerjaan bulan ini tidak menjamin ada pekerjaan bulan depan. Dulu, kekhawatiran terbesarku adalah kapan klien akan membayar. Setelah masuk ke dunia kripto, aku punya satu kekhawatiran lagi: apakah candle hari ini bisa membuatku mendapatkan kembali uangku.
Awalnya aku mengenal pasar kripto karena pernah mengerjakan karya seni untuk sebuah tim gim blockchain. Aku melihat orang-orang di proyek itu membicarakan token dan aset on-chain, lalu ikut membeli sejumlah kecil koin utama. Tak disangka, aku masuk saat pasar sedang naik dan memang meraih sedikit keuntungan dari aset spot. Saat itu aku sangat percaya diri. Kupikir, kalau punya selera artistik untuk menilai visual, aku juga bisa menemukan pola dalam pergerakan pasar. Bahkan aku mulai berkhayal: kelak aku tak perlu mati-matian mengambil banyak pekerjaan, karena trading saja bisa memberiku kehidupan yang cukup baik.
Yang benar-benar menyadarkanku adalah masa ketika aku mulai trading futures.
Penghasilan pekerja lepas tidak menentu. Aku selalu berpikir untuk memanfaatkan kondisi pasar yang bagus agar bisa mendapat lebih banyak, idealnya menghasilkan biaya hidup untuk beberapa bulan sepi pekerjaan lebih awal. Awalnya, saat mulai menghasilkan uang, aku merasa sudah menemukan caranya. Begitu merugi, aku tak rela mengakui kekalahan. Padahal alasan masuk pasar sudah tidak berlaku, aku masih berpikir untuk menunggu sedikit lagi, dan akhirnya makin lama menunda, makin jauh pula batas stop loss-ku. Melihat harga memantul, aku ikut membeli; begitu harga turun, aku buru-buru berbalik menjual. Dalam semalam, aku berkali-kali bolak-balik melakukan transaksi. Biaya transaksi dan kerugian sedikit demi sedikit menggerus saldo akun.
Pengalaman yang paling berat adalah saat aku baru saja menyelesaikan satu transaksi rugi, lalu keesokan harinya klien memberi tahu bahwa proyek ditunda. Uang yang tadinya diperkirakan akan masuk pun batal. Uang sewa, biaya langganan perangkat lunak, dan pengeluaran sehari-hari, semuanya ada di depan mata. Aku menatap akun, dan hanya ada satu pikiran di benakku: kalau bisa menangkap satu gelombang pergerakan pasar lagi, lubang ini bisa kututup.
Lalu apa yang terjadi? Semakin terburu-buru, semakin mudah membuat kesalahan. Hari itu, aku nyaris mentransfer dana cadangan yang kusisihkan untuk biaya hidup bulan depan. Tanganku sudah berada di halaman transfer, lalu tiba-tiba aku sadar: kalau uang ini juga hilang, aku bahkan tak punya ketenangan untuk menerima pekerjaan. Pasar tidak akan memantul hanya karena aku kekurangan uang, apalagi sengaja memberiku peluang untuk meraih untung hanya karena aku sedang terburu-buru.
Akhirnya aku menutup halaman itu dan berhenti bertransaksi selama beberapa hari.
Pengalaman ini membuatku menata ulang cara bertransaksi. Pertama, biaya hidup, dana darurat, dan modal trading harus dipisahkan. Uang sewa tidak boleh masuk ke akun futures. Kedua, sebelum masuk pasar, pikirkan dulu apa yang akan kulakukan jika ternyata salah dan di mana stop loss akan ditempatkan. Jangan hanya memikirkan berapa banyak yang bisa didapat saat untung, lalu baru mencari alasan ketika rugi. Ketiga, ukuran posisi harus disesuaikan dengan jarak stop loss. Jangan memperbesar risiko hanya karena peluangnya terlihat besar. Keempat, kalau tidak memahami kondisi pasar, lebih baik tidak bertransaksi. Jika dua transaksi berturut-turut membuatku kehilangan fokus, aku akan berhenti dan mengevaluasi, bukan memakai transaksi berikutnya untuk membuktikan diri.
Sekarang aku terutama melihat grafik 4 jam untuk menentukan arah, lalu menggunakan grafik 1 jam untuk mencari pola masuk. Misalnya, setelah harga menembus level penting, aku tidak langsung mengejar hanya karena melihat satu candle bullish besar. Aku menunggu harga menguji kembali level itu dan mengamati apakah posisinya bisa bertahan. Kalau pergerakannya tidak sesuai perkiraan, aku keluar sesuai rencana. Kehilangan sebagian pergerakan pasar bukan masalah. Yang paling berbahaya adalah memaksakan diri masuk ke transaksi yang sama sekali tidak kuyakini hanya karena tak ingin melewatkan peluang.
Setelah itu, aku mengalihkan lebih banyak tenaga untuk mengurus portofolio dan menjaga hubungan dengan klien. Aku menghubungi tim yang pernah bekerja sama denganku dan mencoba mendapatkan proyek jangka panjang. Aku hanya memakai uang dingin yang sanggup kutanggung jika hilang untuk trading. Saat untung, aku tidak buru-buru memperbesar posisi; saat rugi, aku juga tidak menutupinya dengan uang biaya hidup. Dana pulih lebih lambat daripada yang kubayangkan, tetapi akhirnya aku tidak lagi bangun setiap hari dengan hal pertama yang kulakukan adalah mengecek berapa sisa uang di akun.
Perubahan terbesarku sekarang bukanlah tiba-tiba meraih keuntungan besar, melainkan tahu kapan harus bertindak dan kapan harus berhenti. Membuat karya seni perlu direvisi berkali-kali, begitu juga trading. Kuncinya bukan selalu menebak dengan benar, melainkan segera menyesuaikan diri setelah menyadari kesalahan, agar satu kekeliruan tidak menghancurkan semua yang telah dikumpulkan.
Aku semakin percaya pada satu ungkapan: kondisi pasar hanyalah peluang. Yang benar-benar menentukan apakah kamu bisa bertahan jauh adalah apakah kamu sudah menyiapkan jalan keluar. Pekerjaan utama adalah pegangan, manajemen risiko adalah pagar pengaman, dan trading hanyalah bagian dari hidup, bukan tongkat penyelamat untuk menyelesaikan semua masalah.
Kalau kamu juga trading, tetapi terus mengejar harga yang sedang naik maupun turun, lalu ingin balik modal setiap kali rugi, bergabunglah dengan komunitas kami untuk bertukar pikiran. Biasanya kami membahas struktur pasar, alasan masuk, penempatan stop loss, serta mengevaluasi transaksi mana yang seharusnya tidak dilakukan. Tak ada yang bisa menjamin setiap analisis selalu benar, tetapi setidaknya kita bisa menyusun rencana trading dengan lebih jelas bersama-sama, mengurangi tindakan impulsif, dan lebih disiplin. Peluang selalu ada di pasar. Tetaplah berada di meja permainan agar kamu punya kesempatan menunggu peluang berikutnya.$OSMO $DOOD $BULLA

