Sejak menganggap trading kripto sebagai pekerjaan, tiba-tiba aku tidak lagi panik.

Dulu aku juga begitu: baru bangun langsung melihat grafik, sebelum tidur masih memantau pergerakan harga. Harga naik, aku senang; harga turun, aku cemas. Setelah berjibaku selama beberapa bulan, uang yang dihasilkan tidak seberapa, tetapi aku malah semakin lelah.

Lalu seorang senior menyadarkanku: setiap hari kamu terus memelototi grafik. Apa bedanya dengan berjudi di kasino sambil bertaruh besar atau kecil?

Sejak itu, aku mulai menganggap trading sebagai pekerjaan.

Aturanku hanya ada 4:

Pertama, tentukan waktu khusus untuk melihat grafik.

Luangkan satu atau dua jam setiap hari untuk menganalisis pasar. Di waktu lainnya, lakukan saja kegiatanmu yang lain. Tidak semua pergerakan harga harus ditangkap. Kalau terlewat, tunggu kesempatan berikutnya.

Kedua, hanya ambil posisi yang kamu pahami.

Kalau arahnya tidak jelas, tunggu saja. Kalau titik masuknya tidak bagus, batalkan. Orang lain bisa mendapat banyak keuntungan, tetapi bukan berarti keuntungan itu memang seharusnya menjadi milikmu.

Ketiga, pasang stop loss untuk setiap transaksi.

Sebelum membuka posisi, tentukan dulu jumlah kerugian maksimal yang sanggup kamu tanggung. Jika kondisi pemicunya tercapai, jalankan. Jangan mempertahankan posisi yang merugi, jangan menambah posisi, dan jangan membuka transaksi sembarangan hanya karena ingin buru-buru balik modal.

Keempat, lakukan evaluasi dan tarik keuntungan secara berkala.

Setiap minggu, periksa catatan transaksi. Setiap bulan, evaluasi untung-rugi. Kalau ada keuntungan, kamu boleh menarik sebagian. Namun, jangan menganggap keuntungan pada bulan ini berarti kamu akan untung setiap bulan ke depannya.

Selain itu, jangan berutang untuk trading kripto dan jangan mempertaruhkan uang kebutuhan hidup. Kalau modal habis, sebanyak apa pun peluang yang ada, itu tidak akan ada hubungannya denganmu.

Setelah konsisten selama beberapa waktu, barulah aku sadar bahwa trading tidak mengharuskan kita memantau pasar setiap saat. Mengurangi transaksi impulsif justru membuat kita lebih mudah menjaga ritme sendiri.

Trading kripto bukan soal siapa yang paling lama memelototi grafik, melainkan siapa yang mampu mengendalikan risiko dan mematuhi disiplin.

Anggap trading sebagai pekerjaan, tetapi jangan menganggap penghasilannya sebagai gaji. Pasar tidak memberikan gaji tetap. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengelola risiko dengan baik dan sabar menunggu peluang. @老程交易