Sebuah laporan menyatakan bahwa selain Mag 7 (Magnificent Seven perusahaan teknologi), AI belum memberikan imbal hasil finansial bagi perusahaan-perusahaan lain di Amerika Serikat.

Dasar yang dikemukakan adalah bahwa perusahaan di luar Mag 7 tidak mengalami peningkatan signifikan dalam margin laba maupun pendapatan per karyawan.

Namun, kesimpulan ini memiliki satu masalah penting: tidak adanya pertumbuhan dalam data agregat bukan berarti AI tidak menciptakan nilai.

Untuk mengukur kontribusi AI, cara yang lebih masuk akal adalah membandingkan perusahaan dengan tingkat penggunaan AI yang berbeda: apa perbedaan produktivitas, biaya, dan laba antara perusahaan yang lebih banyak menggunakan AI dan yang lebih sedikit menggunakannya?

Sulit untuk membedakan kontribusi nyata AI jika hanya melihat rata-rata keseluruhan perusahaan. Suku bunga, biaya energi, upah, perubahan permintaan, dan faktor lainnya juga dapat memengaruhi hasil akhir.

Cara pengelompokan perusahaan juga patut dipertanyakan. Mag 7 bukan hanya pengguna AI, tetapi juga pemasok penting layanan cloud, chip, model, dan infrastruktur AI. Sementara itu, banyak perusahaan lainnya lebih banyak menjadi pembeli AI. Model bisnis dan struktur pendapatan kedua kelompok ini memang berbeda, sehingga membandingkan margin laba secara langsung akan menyulitkan kita untuk mengidentifikasi dampak AI secara terpisah.

Teks aslinya juga menyebutkan tekanan ekonomi pada saat itu: suku bunga naik, harga minyak mencapai 116 dolar per barel, inflasi tinggi, dan kepercayaan konsumen berada di titik terendah sepanjang sejarah.

Jika perusahaan masih mampu mempertahankan margin laba dalam kondisi seperti ini, kemungkinan bahwa AI membantu mereka mengimbangi sebagian tekanan biaya patut diuji. Namun, hal ini saja tidak membuktikan bahwa AI telah memberikan imbal hasil; diperlukan data yang lebih terperinci untuk mendukungnya.

Jadi, persoalannya bukan bahwa kita harus menganggap AI pasti efektif, melainkan bahwa kita tidak bisa menggunakan indikator agregat yang tidak dapat mengidentifikasi hubungan sebab-akibat untuk langsung menyatakan bahwa AI tidak memiliki nilai finansial.

Data agregat dapat memberi tahu kita apa yang terjadi, tetapi belum tentu menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Untuk mengukur kontribusi AI, kita harus memisahkannya dari faktor-faktor lain yang turut memengaruhi.