“Hard fork” terdengar seperti ada masalah, padahal biasanya merupakan peningkatan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Penjelasan dari ethereum.org:
1. Fork berarti mengubah aturan protokol dan sering kali merupakan peningkatan teknis yang telah direncanakan.
2. Blockchain tidak memiliki satu perusahaan yang bisa langsung menerapkan versi baru. Karena itu, setiap node harus memperbarui perangkat lunaknya sendiri agar proses membuat dan memvalidasi blok mengikuti aturan baru.
3. Saat aturan berubah, jaringan mungkin terbagi sementara menjadi dua bagian: versi baru dan versi lama. Fork biasanya sudah disepakati sebelumnya, sehingga semua pihak beralih bersama-sama. Setelah peningkatan, rantai yang telah diperbarui menjadi rantai utama.
4. Dalam beberapa kasus, para pihak tidak sepakat tentang fork, sehingga jaringan terpecah menjadi dua rantai secara permanen.

Contoh paling terkenal adalah peristiwa DAO pada 2016: sebuah kontrak yang memiliki celah keamanan diretas, dan lebih dari 3,6 juta ETH dicuri. Melalui pemungutan suara komunitas (lebih dari 85% setuju), hard fork dilakukan untuk memindahkan dana ke kontrak baru yang hanya memungkinkan penarikan. Sebagian penambang menganggap masalah itu bukan berasal dari protokol itu sendiri dan menolak mengikuti perubahan. Rantai mereka kemudian menjadi Ethereum Classic (ETC).

Jadi, saat melihat berita “rantai tertentu akan melakukan hard fork”, periksa dulu apakah itu peningkatan yang jadwalnya sudah ditetapkan, lalu lihat apakah ada pihak yang menentangnya sampai ingin memisahkan diri.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya: saat membaca berita peningkatan, perhatikan waktu aktivasi dan apakah node perlu diperbarui. $ETH