BITCOIN TURUN DI BAWAH 80.000 USD: APAKAH INI SINYAL YANG MENGKHAWATIRKAN MENJELANG PEKAN FED?
Bitcoin sempat turun ke 79.890 USD di Binance pada dini hari tadi waktu Vietnam, sebelum pulih ke sekitar 80.320 USD. Hal yang patut diperhatikan bukan hanya level harga yang tertembus, tetapi juga likuidasi yang relatif rendah.
Menurut snapshot pasar pada pukul 06:36 tanggal 26/10, likuidasi BTC dalam 24 jam mencapai sekitar 17,5 juta USD, sementara ETH mencatat sekitar 31,4 juta USD. Angka ini bukan skala yang biasanya terlihat dalam gelombang besar likuidasi posisi berleverage.
Apa yang menekan BTC?
Pertama, data on-chain yang dilaporkan menunjukkan bahwa jumlah BTC dari investor ritel yang disetorkan ke Binance dalam 30 hari telah meningkat menjadi 10,75 miliar USD, tertinggi dalam enam bulan. Sementara itu, arus masuk dari paus turun menjadi sekitar 3,8 miliar USD.
Setoran BTC ke bursa dapat mencerminkan niat untuk bersiap melakukan transaksi atau menjual, tetapi bukan berarti seluruh BTC tersebut sudah dijual. Ini adalah sinyal yang perlu dipantau, bukan bukti pasti tentang siapa yang menjual.
Kedua, arus dana ETF Bitcoin spot berbalik tajam dalam dua sesi terakhir pada pekan perdagangan sebelumnya. ETF mencatat arus keluar bersih sebesar 635,6 juta USD pada 22/10 dan 137,9 juta USD pada 23/10, dengan total 773,5 juta USD. Meski demikian, arus dana sepanjang pekan masih positif sekitar 301,2 juta USD.
Ketiga, pasar memasuki pekan dengan keputusan suku bunga Fed. Di tengah investor yang menantikan sinyal kebijakan, level 80.000 USD dapat menjadi area penting untuk menguji sentimen pasar.
Yang perlu diperhatikan, likuidasi rendah tidak menjamin BTC telah mencapai titik terendah. Jika harga terus melemah tanpa tekanan beli spot yang cukup kuat, pasar masih bisa turun lebih dalam tanpa perlu terjadi gelombang likuidasi besar.
#bitcoin #BTC #Crypto #BinancePick
Bitcoin sempat turun ke 79.890 USD di Binance pada dini hari tadi waktu Vietnam, sebelum pulih ke sekitar 80.320 USD. Hal yang patut diperhatikan bukan hanya level harga yang tertembus, tetapi juga likuidasi yang relatif rendah.
Menurut snapshot pasar pada pukul 06:36 tanggal 26/10, likuidasi BTC dalam 24 jam mencapai sekitar 17,5 juta USD, sementara ETH mencatat sekitar 31,4 juta USD. Angka ini bukan skala yang biasanya terlihat dalam gelombang besar likuidasi posisi berleverage.
Apa yang menekan BTC?
Pertama, data on-chain yang dilaporkan menunjukkan bahwa jumlah BTC dari investor ritel yang disetorkan ke Binance dalam 30 hari telah meningkat menjadi 10,75 miliar USD, tertinggi dalam enam bulan. Sementara itu, arus masuk dari paus turun menjadi sekitar 3,8 miliar USD.
Setoran BTC ke bursa dapat mencerminkan niat untuk bersiap melakukan transaksi atau menjual, tetapi bukan berarti seluruh BTC tersebut sudah dijual. Ini adalah sinyal yang perlu dipantau, bukan bukti pasti tentang siapa yang menjual.
Kedua, arus dana ETF Bitcoin spot berbalik tajam dalam dua sesi terakhir pada pekan perdagangan sebelumnya. ETF mencatat arus keluar bersih sebesar 635,6 juta USD pada 22/10 dan 137,9 juta USD pada 23/10, dengan total 773,5 juta USD. Meski demikian, arus dana sepanjang pekan masih positif sekitar 301,2 juta USD.
Ketiga, pasar memasuki pekan dengan keputusan suku bunga Fed. Di tengah investor yang menantikan sinyal kebijakan, level 80.000 USD dapat menjadi area penting untuk menguji sentimen pasar.
Yang perlu diperhatikan, likuidasi rendah tidak menjamin BTC telah mencapai titik terendah. Jika harga terus melemah tanpa tekanan beli spot yang cukup kuat, pasar masih bisa turun lebih dalam tanpa perlu terjadi gelombang likuidasi besar.
#bitcoin #BTC #Crypto #BinancePick
