📰 BERITA TERKINI KRIPTO

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengemukakan kemungkinan menggunakan blockchain dan mata uang kripto sebagai alat untuk menghindari potensi sanksi keuangan internasional, di tengah semakin dekatnya pemilu di Israel. Usulan tersebut langsung mendapat penolakan dari pihak oposisi maupun bank sentral negara itu, yang khawatir teknologi ini digunakan untuk menghindari pembatasan. Ini bukan pertama kalinya pemerintah yang berada di bawah tekanan internasional melirik kripto sebagai alternatif sistem keuangan tradisional, seperti yang pernah terlihat di Rusia dan Iran. Pernyataan terbuka semacam ini dari seorang pemimpin negara sekutu Barat menandai perubahan sikap yang signifikan dalam cara pemerintah mulai berinteraksi dengan ekosistem kripto. Patut dipertanyakan apakah pernyataan seperti ini, yang memberi Bitcoin dan mata uang kripto legitimasi geopolitik sebagai alat kedaulatan, dapat mendorong narasi bullish baru di pasar dalam beberapa bulan mendatang.

Bagaimana menurutmu? Tulis pendapatmu di kolom komentar 👇