Deleveraging ETH hampir berakhir, apakah pantulan harga jadi makin dekat? Menurut saya, kedua hal ini tidak bisa disamakan. Posisi yang lebih ringan memang dapat mengurangi tekanan berantai akibat likuidasi paksa; tetapi itu hanya menunjukkan bahwa struktur leverage pasar telah berubah, bukan bahwa pembeli di pasar spot sudah mengambil alih, apalagi menjamin harga akan segera naik. Pertanyaan yang benar-benar penting adalah: seberapa banyak posisi rentan yang tersingkir dalam pengurangan posisi kali ini, dan apakah dana yang tersisa bersedia mengambil risiko lagi?
BlockBeats melaporkan pada 25 Oktober 2026 waktu Beijing bahwa analis CryptoQuant, Darkfost, menyebut altcoin—terutama Ethereum—secara keseluruhan melemah selama tiga pekan terakhir. ETH terkoreksi sekitar 15%, sementara kapitalisasi pasarnya menyusut sekitar 54 miliar dolar AS. Di pasar derivatif, open interest ETH di Binance turun sekitar 1,3 miliar dolar AS dalam sebulan, atau hampir 20%, menjadi sekitar 5,7 miliar dolar AS; total open interest di seluruh pasar sekitar 11,5 miliar dolar AS. Laporan itu juga menyebut Binance menampung sekitar 50% dari open interest ETH. Angka-angka ini menunjukkan bahwa posisi menyusut secara signifikan, tetapi angka tersebut saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan jual telah berakhir.
Penurunan open interest bisa mencerminkan dua proses yang berbeda: penurunan harga memicu likuidasi sehingga trader terpaksa keluar; atau para pelaku pasar secara sukarela mengurangi posisi untuk menurunkan leverage dan eksposur risiko. Hasilnya sama-sama berupa berkurangnya posisi kontrak, tetapi maknanya berbeda. Jika sebagian besar posisi rentan telah dibersihkan, kemampuan pasar untuk menahan volatilitas selanjutnya mungkin membaik; jika pengurangan posisi sukarela masih berlanjut, itu menandakan trader untuk sementara belum bersedia mengambil risiko lagi. Laporan tersebut tidak menjelaskan porsi masing-masing proses, jadi saya tidak akan langsung menyamakan “deleveraging” dengan “harga sudah mencapai titik terendah”.
Darkfost menyebut bahwa pada Juli, open interest sempat turun lebih tajam, lalu ETH mengalami pantulan teknikal lebih dari 32% dan harganya kembali menembus 2.800 dolar AS. Contoh ini menjadi acuan yang mendukung kemungkinan terjadinya pantulan: setelah leverage turun, harga memang pernah memantul. Namun, pergerakan historis satu kali bukanlah peta jalan untuk kondisi kali ini. Contoh itu paling jauh hanya menunjukkan bahwa deleveraging dan pantulan dapat terjadi secara berurutan; contoh tersebut tidak membuktikan bahwa yang pertama menyebabkan yang kedua, juga tidak menjamin siklus kali ini akan terulang dengan cara yang sama.
Yang lebih penting, pihak yang diuntungkan oleh perubahan posisi dan pihak yang menanggung biayanya tidak selalu sama. Penyusutan leverage dapat mengurangi sebagian risiko likuidasi berantai bagi mereka yang masih memegang posisi; sementara mereka yang terlikuidasi atau memilih keluar sudah menanggung kerugian, dan pantulan berikutnya belum tentu bisa menutupnya. Jika permintaan spot tidak menguat, kondisi kontrak yang lebih bersih mungkin hanya mengurangi sumber tekanan jual, bukan menciptakan pembeli baru. Tanpa bukti seperti pembelian spot dan struktur volume perdagangan, indikator derivatif tidak bisa dijadikan bukti adanya permintaan.
Ada pula satu hal yang patut dicermati sebagai pengecualian: penurunan posisi tidak selalu berarti risiko telah hilang. Laporan itu menyebut Binance masih menampung sekitar separuh open interest ETH, yang berarti posisi di platform tersebut masih mencakup porsi yang cukup besar. Laporan tersebut tidak memberikan informasi tentang distribusi posisi yang tersisa maupun tingkat leverage-nya, sehingga kita juga tidak bisa menyimpulkan bahwa risikonya masih sangat tinggi. Pernyataan yang lebih hati-hati adalah: penurunan total patut diperhatikan, tetapi angka total itu sendiri tidak menunjukkan apakah posisi yang tersisa masih rentan.
Kesimpulan soal deleveraging yang sama juga tidak bisa diterapkan begitu saja pada BTC. BTC memiliki struktur harga dan posisinya sendiri; laporan ini membahas data derivatif ETH. Sekalipun kedua aset berada di pasar yang sama, perubahan open interest ETH tidak bisa digunakan untuk menilai BTC. Perubahan harga dalam 24 jam berjalan juga tidak membuktikan bahwa berita ini menyebabkan pergerakan harga; harga dan posisi menjawab pertanyaan yang berbeda.
Selanjutnya, saya akan memeriksa tiga hal: apakah open interest ETH terus menurun atau mulai stabil, apakah permintaan spot mulai masuk, dan apakah posisi kembali menumpuk dengan cepat saat harga pulih. Jika posisi stabil, pembelian spot muncul dan bertahan, barulah hal itu lebih mendukung kesimpulan bahwa “struktur risiko membaik”. Jika posisi kontrak terus menyusut sementara permintaan spot tetap lemah, peluang pantulan yang disebut-sebut masih sebatas penilaian analis. Deleveraging dapat membersihkan sebagian risiko, tetapi tidak otomatis mencarikan pembeli bagi pasar.
BlockBeats melaporkan pada 25 Oktober 2026 waktu Beijing bahwa analis CryptoQuant, Darkfost, menyebut altcoin—terutama Ethereum—secara keseluruhan melemah selama tiga pekan terakhir. ETH terkoreksi sekitar 15%, sementara kapitalisasi pasarnya menyusut sekitar 54 miliar dolar AS. Di pasar derivatif, open interest ETH di Binance turun sekitar 1,3 miliar dolar AS dalam sebulan, atau hampir 20%, menjadi sekitar 5,7 miliar dolar AS; total open interest di seluruh pasar sekitar 11,5 miliar dolar AS. Laporan itu juga menyebut Binance menampung sekitar 50% dari open interest ETH. Angka-angka ini menunjukkan bahwa posisi menyusut secara signifikan, tetapi angka tersebut saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan jual telah berakhir.
Penurunan open interest bisa mencerminkan dua proses yang berbeda: penurunan harga memicu likuidasi sehingga trader terpaksa keluar; atau para pelaku pasar secara sukarela mengurangi posisi untuk menurunkan leverage dan eksposur risiko. Hasilnya sama-sama berupa berkurangnya posisi kontrak, tetapi maknanya berbeda. Jika sebagian besar posisi rentan telah dibersihkan, kemampuan pasar untuk menahan volatilitas selanjutnya mungkin membaik; jika pengurangan posisi sukarela masih berlanjut, itu menandakan trader untuk sementara belum bersedia mengambil risiko lagi. Laporan tersebut tidak menjelaskan porsi masing-masing proses, jadi saya tidak akan langsung menyamakan “deleveraging” dengan “harga sudah mencapai titik terendah”.
Darkfost menyebut bahwa pada Juli, open interest sempat turun lebih tajam, lalu ETH mengalami pantulan teknikal lebih dari 32% dan harganya kembali menembus 2.800 dolar AS. Contoh ini menjadi acuan yang mendukung kemungkinan terjadinya pantulan: setelah leverage turun, harga memang pernah memantul. Namun, pergerakan historis satu kali bukanlah peta jalan untuk kondisi kali ini. Contoh itu paling jauh hanya menunjukkan bahwa deleveraging dan pantulan dapat terjadi secara berurutan; contoh tersebut tidak membuktikan bahwa yang pertama menyebabkan yang kedua, juga tidak menjamin siklus kali ini akan terulang dengan cara yang sama.
Yang lebih penting, pihak yang diuntungkan oleh perubahan posisi dan pihak yang menanggung biayanya tidak selalu sama. Penyusutan leverage dapat mengurangi sebagian risiko likuidasi berantai bagi mereka yang masih memegang posisi; sementara mereka yang terlikuidasi atau memilih keluar sudah menanggung kerugian, dan pantulan berikutnya belum tentu bisa menutupnya. Jika permintaan spot tidak menguat, kondisi kontrak yang lebih bersih mungkin hanya mengurangi sumber tekanan jual, bukan menciptakan pembeli baru. Tanpa bukti seperti pembelian spot dan struktur volume perdagangan, indikator derivatif tidak bisa dijadikan bukti adanya permintaan.
Ada pula satu hal yang patut dicermati sebagai pengecualian: penurunan posisi tidak selalu berarti risiko telah hilang. Laporan itu menyebut Binance masih menampung sekitar separuh open interest ETH, yang berarti posisi di platform tersebut masih mencakup porsi yang cukup besar. Laporan tersebut tidak memberikan informasi tentang distribusi posisi yang tersisa maupun tingkat leverage-nya, sehingga kita juga tidak bisa menyimpulkan bahwa risikonya masih sangat tinggi. Pernyataan yang lebih hati-hati adalah: penurunan total patut diperhatikan, tetapi angka total itu sendiri tidak menunjukkan apakah posisi yang tersisa masih rentan.
Kesimpulan soal deleveraging yang sama juga tidak bisa diterapkan begitu saja pada BTC. BTC memiliki struktur harga dan posisinya sendiri; laporan ini membahas data derivatif ETH. Sekalipun kedua aset berada di pasar yang sama, perubahan open interest ETH tidak bisa digunakan untuk menilai BTC. Perubahan harga dalam 24 jam berjalan juga tidak membuktikan bahwa berita ini menyebabkan pergerakan harga; harga dan posisi menjawab pertanyaan yang berbeda.
Selanjutnya, saya akan memeriksa tiga hal: apakah open interest ETH terus menurun atau mulai stabil, apakah permintaan spot mulai masuk, dan apakah posisi kembali menumpuk dengan cepat saat harga pulih. Jika posisi stabil, pembelian spot muncul dan bertahan, barulah hal itu lebih mendukung kesimpulan bahwa “struktur risiko membaik”. Jika posisi kontrak terus menyusut sementara permintaan spot tetap lemah, peluang pantulan yang disebut-sebut masih sebatas penilaian analis. Deleveraging dapat membersihkan sebagian risiko, tetapi tidak otomatis mencarikan pembeli bagi pasar.
