Pasar Kripto Mengalami Pekan Kelam: Bitcoin Anjlok di Bawah 80 Ribu Dolar, Saham AS Tertokenisasi Justru Melonjak

I. Tinjauan Pasar

Selama sepekan terakhir, pasar mata uang kripto global mengalami gejolak hebat. Harga Bitcoin untuk pertama kalinya sejak Agustus jatuh di bawah level 80 ribu dolar dan menembus level support teknikal rata-rata pergerakan 50 hari. Hal ini memicu likuidasi posisi long dan short senilai lebih dari 840 juta dolar, dengan 83 persen di antaranya merupakan posisi long. Sementara itu, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sebesar 773 juta dolar selama dua hari berturut-turut, sehingga sentimen ketakutan pasar meningkat tajam. Investor ternama Arthur Hayes bahkan menjual habis berbagai altcoin, termasuk Ethereum, ENA, dan UNI, senilai sekitar 288 juta dolar, mengunci keuntungan sekitar 6,65 juta dolar, serta secara terbuka memperingatkan bahwa kondisi makroekonomi dan geopolitik saat ini sangat berbahaya.

II. Penyebab Mendalam di Balik Anjloknya Bitcoin

Penurunan Bitcoin kali ini bukan terjadi secara kebetulan. Dari sisi makroekonomi, Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan pasar, sementara pengetatan likuiditas global terus menekan aset berisiko. Arus keluar dana besar-besaran dari ETF Bitcoin spot AS semakin memperparah tekanan jual di pasar. Total arus keluar selama dua hari mencapai 773 juta dolar, menandakan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap aset kripto mulai goyah dalam jangka pendek. Peter Schiff juga memperingatkan bahwa level support penting Bitcoin berikutnya berada di 75 ribu dolar. Jika level tersebut ditembus, koreksi yang lebih dalam mungkin terjadi. Dari sisi teknikal, penurunan Bitcoin di bawah rata-rata pergerakan 50 hari merupakan sinyal bearish penting, yang menunjukkan bahwa tren jangka menengah mungkin mulai melemah dan peluang rebound dalam waktu dekat semakin kecil.

III. Pasar Altcoin Semakin Tertekan

Aksi jual besar-besaran Arthur Hayes memberikan pukulan berat bagi pasar altcoin. Aset yang ia jual habis mencakup sejumlah token utama seperti Ethereum, ENA, UNI, ETHFI, AERO, PENDLE, dan ZAMA. ENA dan Ethereum mencatat penurunan paling besar. Aksi ini bukan hanya langsung menekan harga token-token terkait, tetapi juga menyebarkan sentimen pasar yang pesimistis. Ketika salah satu investor paling berpengaruh di industri memilih mundur dalam skala besar, investor ritel sering kali ikut menjual, sehingga menciptakan lingkaran setan. Selain itu, kabar negatif juga datang dari sektor DeFi. Protokol X100 di Ethereum mengalami serangan tata kelola. Penyerang menggunakan flash loan untuk merebut hak suara tata kelola dan mencuri stablecoin senilai sekitar 4,85 juta dolar, yang semakin mengguncang kepercayaan terhadap keuangan terdesentralisasi.

IV. Saham AS Tertokenisasi Melonjak

Namun, di tengah lesunya pasar secara umum, sektor saham AS tertokenisasi justru menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Volume perdagangan saham tertokenisasi di BNB Chain pada kuartal ketiga 2026 melonjak sebelas kali lipat menjadi 25,6 miliar dolar, melampaui Solana dan Robinhood sekaligus, dan menjadikannya pemimpin pasar saham tertokenisasi. Pencapaian penting ini menunjukkan bahwa tren membawa aset keuangan tradisional ke blockchain semakin cepat, sementara kepercayaan investor institusional terhadap infrastruktur blockchain terus meningkat. Fidelity Securities juga mengumumkan bahwa investor profesional di Hong Kong kini dapat menyetor dan menarik BNB dengan standar BEP-20, yang semakin mendorong adopsi aset tertokenisasi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, sejumlah saham AS tertokenisasi, termasuk Moderna dan Linde, telah tersedia di BNB Chain. Investor dapat memperdagangkan aset keuangan tradisional ini sepanjang waktu dan menikmati keunggulan efisiensi serta transparansi yang ditawarkan teknologi blockchain.

V. Sektor Stablecoin Menarik Pemain Institusional

Seiring pesatnya perkembangan aset tertokenisasi, sektor stablecoin juga kedatangan pemain kelas berat. Hanya dua hari setelah stablecoin dolar Hong Kong RedCoin yang diluncurkan HSBC tersedia di PayMe, jumlah yang beredar telah menembus 80 juta dolar Hong Kong. Stablecoin yang mendapat persetujuan dari Otoritas Moneter Hong Kong ini didukung oleh cadangan uang tunai penuh dan telah mendukung pembayaran di lebih dari 100 ribu merchant serta transfer antarindividu, dengan jangkauan lebih dari 3,3 juta pengguna PayMe. Ini menandai langkah nyata lembaga keuangan tradisional memasuki pasar stablecoin Asia dan turut meletakkan infrastruktur bagi lebih banyak aset tradisional untuk masuk ke blockchain pada masa mendatang.

VI. Prospek Pasar

Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini tengah memasuki fase dengan divergensi yang semakin tajam. Dalam jangka pendek, pelemahan teknikal Bitcoin dan arus keluar dana ETF memberikan tekanan besar pada pasar. Investor perlu mewaspadai risiko penurunan lebih lanjut. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, pertumbuhan pesat saham AS tertokenisasi dan hadirnya stablecoin kelas institusional menunjukkan bahwa penerapan teknologi blockchain di sektor keuangan tradisional semakin cepat. Bagi investor, mengendalikan ukuran posisi dan melakukan diversifikasi risiko menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya volatilitas pasar. Pada saat yang sama, investor juga perlu mencermati peluang struktural di sektor aset tertokenisasi yang sedang berkembang.

#BinancePick #EarningsSeason #TokenizedStocks