Aktivitas on-chain mudah disalahartikan sebagai tanda bahwa pengguna berdatangan, tetapi jumlah transaksi, alamat aktif, dan pengguna unik bukanlah hal yang sama. Menurut laporan Jinse Finance pada 24 Oktober 2026 waktu Beijing, analisis Motley Fool menyebutkan bahwa jaringan Solana memproses 3,18 miliar transaksi non-voting pada September 2026, dengan pasokan stablecoin antara 17,3 miliar hingga 17,5 miliar dolar AS dan 888.000 alamat aktif harian. Angka-angka ini memang mengesankan, tetapi tidak secara langsung memberi tahu saya berapa banyak pengguna unik, apalagi membuktikan bahwa mereka akan terus kembali.

Dalam 24 jam terakhir, $SOL +0.02%. Dalam 24 jam terakhir, $JUP -4.39%. Dalam 24 jam terakhir, $RAY -0.73%. Tiga aset spot bergerak ke arah yang berbeda. Ini hanya menunjukkan perubahan pada masing-masing harga, bukan jumlah pengguna, pendapatan, atau kinerja aplikasi, dan tidak bisa saling menjelaskan.

Saya lebih ingin tahu berapa banyak aktivitas alamat yang berasal dari penggunaan berulang, berapa banyak yang merupakan aktivitas otomatis, dan apa yang sebenarnya dilakukan pengguna. Analisis yang dikutip dalam laporan itu menyatakan bahwa Solana memiliki aktivitas jaringan lebih tinggi, throughput transaksi lebih besar, dan penggunaan stablecoin lebih kuat dibandingkan XRP. Namun, ini tetap perbandingan metrik, bukan bukti retensi pengguna maupun kemajuan langsung bagi agregator Jupiter atau likuiditas Raydium.

Data ini patut diperhatikan, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa telah terjadi “penggunaan nyata”. Jika nantinya data dapat membedakan pengguna unik, penggunaan berulang, dan aktivitas otomatis, penilaiannya akan lebih kuat. Sebelum itu, ramainya aktivitas on-chain hanya menunjukkan bahwa aktivitas sedang tinggi—bukan dengan sendirinya bahwa orang-orang bertahan.