Harga sebuah token bisa turun meski proyeknya terus berkembang. Salah satu penyebabnya adalah semakin banyak token yang tersedia.
Pembukaan token membuat aset yang sebelumnya dibatasi menjadi tersedia, biasanya token yang dialokasikan kepada investor awal, kontributor, atau kas proyek. Token tersebut jadi bisa dipindahtangankan, tetapi bukan berarti setiap penerima langsung menjualnya.
Bayangkan sebuah token hipotetis dengan 100 juta unit yang beredar, masing-masing seharga $1: kapitalisasi pasarnya $100 juta. Jika jumlah yang beredar nantinya meningkat menjadi 125 juta sementara nilai pasar tetap sama, harga indikatifnya menjadi $0,80. Ini hanya ilustrasi perhitungan pasokan, bukan perkiraan harga.
Reaksi pasar bergantung pada lebih dari sekadar jumlah token yang dibuka. Seberapa besar jumlah yang dirilis dibandingkan dengan pasokan yang beredar? Siapa yang menerimanya? Apakah token dirilis sekaligus atau didistribusikan secara bertahap? Dan apakah permintaan tumbuh cukup besar untuk menyerap potensi penjualan?
Pembukaan token bisa menimbulkan tekanan, tetapi jadwal yang sudah diketahui mungkin telah memengaruhi ekspektasi sebelum token dirilis. Penerima juga mungkin tetap menyimpan token mereka.
Saat meneliti sebuah proyek, jangan hanya melihat harganya saat ini. Memahami berapa banyak pasokan yang bisa masuk ke peredaran—dan kapan—membantu menjelaskan seberapa besar permintaan di masa depan yang mungkin diperlukan untuk menyerapnya.
#BinanceSquare
Pembukaan token membuat aset yang sebelumnya dibatasi menjadi tersedia, biasanya token yang dialokasikan kepada investor awal, kontributor, atau kas proyek. Token tersebut jadi bisa dipindahtangankan, tetapi bukan berarti setiap penerima langsung menjualnya.
Bayangkan sebuah token hipotetis dengan 100 juta unit yang beredar, masing-masing seharga $1: kapitalisasi pasarnya $100 juta. Jika jumlah yang beredar nantinya meningkat menjadi 125 juta sementara nilai pasar tetap sama, harga indikatifnya menjadi $0,80. Ini hanya ilustrasi perhitungan pasokan, bukan perkiraan harga.
Reaksi pasar bergantung pada lebih dari sekadar jumlah token yang dibuka. Seberapa besar jumlah yang dirilis dibandingkan dengan pasokan yang beredar? Siapa yang menerimanya? Apakah token dirilis sekaligus atau didistribusikan secara bertahap? Dan apakah permintaan tumbuh cukup besar untuk menyerap potensi penjualan?
Pembukaan token bisa menimbulkan tekanan, tetapi jadwal yang sudah diketahui mungkin telah memengaruhi ekspektasi sebelum token dirilis. Penerima juga mungkin tetap menyimpan token mereka.
Saat meneliti sebuah proyek, jangan hanya melihat harganya saat ini. Memahami berapa banyak pasokan yang bisa masuk ke peredaran—dan kapan—membantu menjelaskan seberapa besar permintaan di masa depan yang mungkin diperlukan untuk menyerapnya.
#BinanceSquare