Uniswap bilang, “v4 sekarang sudah jadi agregator.” Reaksi pertamaku: yang diagregasikan itu likuiditas, atau biaya tol?

Aggregator Hooks yang diluncurkan pada 22 Oktober membungkus pool eksternal seperti Curve, Fluid, dan PancakeSwap, lalu merutekan transaksi ke sana seolah-olah itu pool milik Uniswap sendiri. Awalnya tersedia di Ethereum mainnet, Base, dan Robinhood Chain. Postingan resminya hampir mendapat 200 ribu tayangan. Anggota timnya sendiri bicara blak-blakan: transaksi yang lewat hook ini tetap dikenai biaya protokol, lalu digunakan untuk membakar UNI.

Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari: LP dari protokol lain menyediakan kedalaman likuiditas, Uniswap memungut biaya masuk, dan pemegang UNI mendapat manfaat dari deflasi. Aku tidak menyangkal ini kabar baik bagi UNI. Tapi bagi orang yang benar-benar melakukan transaksi, yang penting itu harga eksekusi, bukan token siapa yang dibakar.

Kebetulan, ada yang mengujinya. sol.engineer membandingkan transaksi di blok yang sama di Robinhood Chain: 100 transaksi, 10 token terpopuler, dari 0,1 sampai 100 ETH. ZODs memberikan hasil terbaik 65 kali, seri 13 kali, KyberSwap 16 kali, sementara hook agregator Uniswap hanya menang 2 kali. Ada juga 4 transaksi yang ditolak, 3 di antaranya mengalami price impact di atas 30%.

Tapi jangan buru-buru menganggap ini bukti yang pasti. ZODs adalah produk mereka sendiri yang belum diluncurkan. Menguji soal buatan sendiri lalu mendapat nilai tertinggi—hasil seperti ini paling baik hanya dilihat sebagai gambaran awal. Sampel 100 transaksi juga tidak banyak.

Menurutku, pembaruan ini pada dasarnya adalah upaya Uniswap merebut jalur masuk transaksi dan menambah bahan bakar untuk narasi pembakaran token UNI, bukan untuk membantumu menghemat slippage. Untuk transaksi besar, tetap bandingkan sendiri harga dari beberapa agregator. Jangan asal klik konfirmasi hanya karena “Uniswap juga sudah jadi agregator.”

#Uniswap #DeFi