Xixi
·
11 Oktober
Lagu yang bagus~ Enak didengar~ Kudengarkan setiap hari~ Ah
Aku berasal dari kalangan yang selalu diperas
Tumpukan orang kau peras sampai air mata kami kering
Hari ini aku tidak akan berlutut
Hari ini aku akan merobohkan takhtamu yang suci
Saat kau baru mulai, kata-katamu semanis madu
Kau memohon perhatian, memohon agar dibagikan, bilang akan mengajak saudara-saudara menciptakan keajaiban
Kau membangun citra diri, berpura-pura punya hati nurani, lalu menyebut orang lain penipu
Demi dirimu, aku mengumpulkan uang untuk makan, memercayai semua yang kau katakan
Kau bilang kalau mengikutimu, cepat atau lambat keadaan akan berbalik
Aku menyebutmu Dewa Gudang, bahkan lebih tulus kepadamu daripada kepada ayahku
Belakangan matamu memerah, dan yang tersisa di matamu hanya komisi dan pelanggan
Semakin besar kerugiannya, semakin lebar senyummu; semakin banyak kami kalah, semakin
buas dirimu. Kau memasang pesanan seperti melempar pisau
Kugenggam pisau seperti harta karun
Kugenggam pisau seperti harta karun
Kau bilang pasti untung
Aku kalah terlalu banyak, bahkan mengeluh pun tak berani
Kau memasang pesanan seperti melempar pisau terbang
Kugenggam pisau seperti harta karun
Kau menghitung uang sampai tertawa
Saat aku bangun, semuanya hanya gelembung
Setelah menggorok orang, kau masih berpura-pura menjadi dewa
Kulepaskan lapisan emasmu
Kau menerima pesanan tanpa belas kasihan
Kubongkar kebaikan palsumu
Setelah menggorok orang, kau masih berpura-pura menjadi dewa
Kulepaskan lapisan emasmu
Kau sudah terlalu menyakiti investor ritel
Akan kubiarkan kau membusuk di selokan kotor
Panggilanmu cuma omong kosong, dan semua levelmu kau karang sendiri
Saat kau dilikuidasi, kau bilang aku serakah, lalu berbalik mengambil uangku.
Kau berteriak agar posisi ditambah, kau berteriak agar kita mengerahkan segenap tenaga
Kau berpesta pora dengan komisi sampai kenyang, sementara aku kehilangan segalanya dan tak punya rumah.
Di atas panggung kau bicara soal visi, di bawah panggung kau menghitung kerugian klien
Siapa pun yang meragukanmu akan diusir, lalu kau menyalahkanku karena tak tahu berterima kasih. Dulu kupanggil kau saudara
;sekarang kupanggil kau bajingan,
Kau berganti wajah lebih cepat daripada membalik halaman, hati nuranimu sudah lama kau
buang,
Kau memasang pesanan seperti melempar pisau
, kugenggam pisau seperti harta karun, kugenggam pisau seperti harta karun,
Kau bilang pasti untung,
Aku kalah begitu banyak, bahkan mengeluh pun tak berani,
Kau memasang pesanan seperti melempar pisau,
Kugenggam pisau seperti harta karun
Menghitung uang sampai tertawa
Saat aku bangun, semuanya hanya gelembung. Kau
Setelah menggorok orang, masih berpura-pura menjadi dewa
Kulepaskan lapisan emasmu
Kau menerima pesanan tanpa belas kasihan
Kubongkar kebaikan palsumu
Setelah menggorok orang, kau masih berpura-pura menjadi dewa
Kulucuti lapisan emasmu
Kau sudah terlalu menyakiti investor ritel
Akan kubiarkan kau membusuk di selokan kotor
Kau kira mengganti nama bisa menghapus bau busukmu
Kau kira menutup kolom komentar bisa membungkam semua suara
Ada tangkapan layar di tanganku, kebenaran di mulutku. Kau
Semakin kau berpura-pura tak bersalah, semakin akan kusobek luka-lukamu. Utangmu
Setiap utangmu diingat jelas oleh seseorang
Setiap pisau yang kau gunakan untuk menyayat, ada orang yang menginginkan
nyawamu. Jangan bersembunyi, jangan pura-pura mati, jangan berharap bisa menyelinap pergi diam-diam
Akan kuhancurkan takhta palsu yang kau bangun dengan tanganmu sendiri
Kau memberi perintah seperti melempar pisau terbang
Kau memasang pesanan seperti melempar pisau terbang
Kugenggam pisau seperti harta karun
Kau bilang pasti untung
Aku kalah begitu banyak, bahkan mengeluh pun tak berani
Kau memasang pesanan seperti melempar pisau terbang
Kugenggam pisau seperti harta karun
Kau menghitung uang sampai tertawa
Saat aku bangun, semuanya hanya gelembung
Setelah menebas orang, kau masih berpura-pura menjadi dewa,
Kulepaskan lapisan emasmu
, kau menerima pesanan tanpa belas kasihan,
Kubongkar kebaikan palsumu
, setelah menebas orang, kau masih berpura-pura menjadi dewa,
Kulepaskan lapisan emasmu
, kau sudah terlalu menyakiti trader ritel,
Akan kubiarkan kau membusuk di selokan kotor.
Kau memasang pesanan seperti melempar pisau.

