China mengincar emas seperti belum pernah terjadi sebelumnya.
📈 POSISI CHINA MAKIN MELAJU:
Menurut data People's Bank of China (PBOC) yang dirilis pada 7–19 Oktober:
• Pembelian September: +740.000 ons = +23 ton — pembelian bulanan terbesar sejak September 2023
• Beruntun: bulan ke-23 berturut-turut melakukan pembelian sejak November 2024
• Total kepemilikan: 77,47 juta ons = 2.410 ton — senilai $323,5 miliar
• Total 2026: +103 ton dibeli sepanjang tahun ini — setara dengan seluruh emas yang dimiliki Korea Selatan
• Laju: Pada awal 2026, mereka membeli sekitar 1 ton/bulan. Pada September, lajunya 23 kali lebih cepat.
• Mengapa? Setelah AS membekukan cadangan dolar Rusia pada 2022, China menjual obligasi pemerintah AS (kini berada di level terendah dalam 18 tahun) dan mengisi kekosongan itu dengan emas yang disimpan di dalam negeri — tanpa risiko sanksi. Porsi emas dalam cadangan naik dari 5,5% menjadi 8,5% tahun ini.
Rumah tangga juga ikut: Di tengah ambruknya pasar properti dan lemahnya saham, keluarga-keluarga China membeli emas fisik sebagai aset lindung nilai. China mengimpor lebih dari 1.000 ton tahun ini (senilai $158,8 miliar).
🇺🇸 DONALD TRUMP SOAL EMAS:
Trump turut menggaungkan narasi ini dari sisi AS:
1. Membagikan presentasi "Midterm Meltdown" dari ahli strategi Jim Rickards DUA KALI di Truth Social (27 Juli & 24 Agustus) — Rickards memperkirakan harga emas bisa mencapai $10.000/ons pada akhir 2026, bahkan $20.000 dalam krisis ekstrem
2. Komentarnya tentang perang Iran langsung menggerakkan harga emas:
• Saat Trump mengatakan AS TIDAK akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu November → Harga emas turun menjadi $4.052
• Saat ia mengatakan kesepakatan damai sudah "berakhir" → Harga minyak melonjak menjadi $111.85, harga emas anjlok 1,3% karena kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed
Pesan Trump: Perkuat dolar saat China terus menimbun emas.
GAMBARAN BESAR:
Ini adalah proses dedolarisasi yang terjadi secara langsung. China + Polandia memimpin dunia — masing-masing menambah lebih dari 400 ton sejak 2021. Bank sentral membeli 39 ton hanya pada bulan Agustus.
