Kontrak IRYS naik 43 kali lipat, dari 0.0117 ke 0.504. Sekarang harganya 0.095, turun 81% dari puncaknya.
Tak ada kabar positif yang bisa ditemukan. Setelah ditelusuri, kira-kira begini strateginya:
1️⃣ Mengendalikan pasokan: Total suplai 10 miliar, tetapi yang beredar hanya 20%. Porsi market maker dan yayasan kemungkinan besar dikuasai segelintir orang, sehingga token yang bisa diperdagangkan bebas di pasar sangat sedikit.
2️⃣ Menggiring harga turun perlahan untuk memancing posisi short: Dari Mei hingga Oktober, harganya turun 88% dan volume perdagangan makin kecil. Investor ritel merasa "koin ini sudah mati", sementara posisi short terus menumpuk.
3️⃣ Mengungkit pasar dengan modal kecil: Sedikit dana digunakan untuk mengerek harga spot, yang kemudian mendorong harga kontrak. Volume perdagangan kontrak Binance mencapai 2,9 miliar USDT dalam sehari, lebih besar daripada total volume semua pasar spot. Para pemegang posisi short terpaksa membeli kembali untuk menutup posisi. Semakin banyak yang menutup posisi, harga semakin naik, dan posisi short senilai lebih dari 20 juta dolar AS dilikuidasi.
4️⃣ Memanen keuntungan di harga tinggi: Funding rate melonjak hingga 2,5% setiap 4 jam, membuat para pembeli yang mengejar kenaikan berdesakan. Pada saat itu, bandar menjual token di pasar spot sekaligus membuka posisi short di pasar kontrak. Sebuah candle dengan sumbu atas yang panjang memicu likuidasi beruntun pada posisi long.
Pertama memanen keuntungan dari posisi short, lalu dari posisi long. Dalam satu putaran, kedua belah pihak tak luput.
Tanggal penting berikutnya: 25 November, saat total 44% kepemilikan tim dan investor pertama kali dibuka untuk diperdagangkan.
Bandar menghasilkan uang bukan dengan memprediksi, melainkan dari keserakahan dan ketakutanmu.
Ini hanyalah analisis berdasarkan pergerakan pasar dan bukan merupakan saran investasi.