Dengan kondisi BNB belakangan ini, justru saya tidak berharap harganya tiba-tiba melonjak tajam.
Jujur saja, daripada naik 10% dalam sehari, saya lebih suka melihat level terendahnya naik perlahan.
Sebab, kenaikan yang mendadak paling mudah membuat orang terbawa suasana.
Saat harga naik, kita merasa seharusnya membeli lebih banyak. Begitu ikut membeli, malah takut harganya terkoreksi. Setelah akhirnya mantap mengambil keputusan, satu candle merah saja bisa membuat kita keluar dari pasar.
BNB punya karakteristik tersendiri, jadi kita tidak bisa hanya melihat grafik candlestick.
Di baliknya ada aktivitas BNB Chain, ekosistem bursa, dana on-chain, dan mekanisme pembakaran token.
Namun, faktor-faktor fundamental ini juga bukan berarti harganya pasti naik dalam jangka pendek.
Saat ini, ada dua hal yang terutama saya perhatikan dari BNB:
Pertama, apakah level terendah sebelumnya bisa dipertahankan saat terjadi koreksi.
Kedua, apakah volume perdagangan ikut meningkat saat harga memantul, bukan cuma naik sebentar lalu kembali lesu.
Jika harga terus membentuk titik terendah yang lebih tinggi, itu bisa berarti tekanan beli mulai membaik.
Jika setiap pantulan langsung dijual, sekalipun sesekali muncul candle hijau besar, tidak perlu terlalu bersemangat.
Setelah bertahun-tahun memegang aset spot, saya semakin tidak suka menebak seberapa tinggi harga akan naik besok.
Daripada bertanya apakah BNB bisa tiba-tiba terbang, saya lebih peduli apakah pergerakannya bisa bertahan cukup lama sehingga kita nyaman untuk tetap memegangnya.
Bagaimana sikap kalian terhadap BNB sekarang?
Tetap memegangnya, menunggu koreksi untuk menambah posisi, atau sudah beralih ke koin lain?
#BTC #ETH #BNB