Minyak mentah Brent menembus 113 dolar, BTC jatuh di bawah 82 ribu—skenario ini terasa begitu familier. Dalam 48 jam, kelompok Houthi melancarkan 4 serangan rudal dan drone ke Arab Saudi, dengan sasaran Kementerian Pertahanan di Riyadh, dua bandara internasional, dan sebuah fasilitas minyak. Ketika situasi di Timur Tengah memanas, aset berisiko pun tertekan habis-habisan: BTC turun lebih dari 3,5% dalam sehari, ETH, SOL, dan HYPE ikut merosot. Data CoinGlass menunjukkan lebih dari 100 ribu orang mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir.

Yang lebih mendebarkan terjadi di blockchain: dua transfer BTC dalam jumlah besar antaralamat—7.388 koin (sekitar 603 juta dolar) dan 1.136 koin (sekitar 92,78 juta dolar). Ada juga transfer senilai sekitar 415 juta dolar yang ditandai oleh analisis blockchain sebagai kemungkinan persiapan untuk aksi jual. Namun, jangan buru-buru menyimpulkan: transfer antaralamat tidak berarti penjualan. Aksi paus memindahkan koin ke dompet lain sudah sering terjadi.

WTI menembus 99 dolar pada awal perdagangan, sementara emas jatuh di bawah 4.030 dolar. Harga minyak naik, saham turun, kripto merosot—kombinasi klasik yang mencerminkan ketakutan akan stagflasi. Mampukah level bulat 80 ribu dolar bertahan?

#比特币 #原油 #宏观 $BTC