Evernorth mulai diperdagangkan di Nasdaq dengan kode saham XRPN, dengan lebih dari 473 juta XRP dalam perbendaharaannya. CEO Ashish Birla mengatakan bahwa perusahaan berencana memperoleh imbal hasil dari kepemilikan XRP melalui investasi keuangan dan layanan berbasis blockchain, seperti pinjaman dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Dalam podcast Thinking Crypto, Birla mengatakan bahwa perusahaan akan meluangkan waktu sebelum menginvestasikan XRP-nya dalam berbagai peluang. Evernorth belum mengumumkan berapa banyak XRP yang akan digunakan atau platform mana yang akan menjadi mitra kerjanya.

Evernorth Berencana Memanfaatkan Kepemilikan XRP-nya

Evernorth ingin memperoleh imbal hasil dari XRP yang dimilikinya, alih-alih sekadar menyimpan token tersebut. Perusahaan berencana menjajaki layanan pinjaman dan aplikasi keuangan lainnya yang sedang dikembangkan di jaringan XRP.

Namun, Birla mengatakan perusahaan akan memeriksa risikonya sebelum menginvestasikan aset yang dimilikinya.

“Jika imbal hasilnya tampak luar biasa dan belum pernah Anda lihat sebelumnya, sebaiknya pikirkan matang-matang,” kata Birla.

Evernorth juga mencari mitra yang dapat membantunya menggunakan XRP dengan aman. Perusahaan belum memilih platform DeFi tertentu.

Evernorth Bertujuan Meningkatkan Jumlah XRP per Saham

Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan jumlah XRP yang dimiliki untuk setiap saham seiring waktu. Birla mengatakan Evernorth akan mencari peluang yang mendukung target ini.

Perusahaan telah menunjuk Hugo sebagai kepala investasinya. Ia sebelumnya bekerja di bisnis manajemen aset Coinbase dan memiliki pengalaman di bidang keuangan tradisional. Ia akan membantu menilai peluang investasi dan mengelola risiko.

Birla mengatakan Evernorth juga mengikuti perkembangan aset yang ditokenisasi, yang memungkinkan aset keuangan seperti saham dan obligasi direpresentasikan di blockchain. Namun, fokus langsungnya tetap mencari cara untuk memanfaatkan kepemilikan XRP yang sudah ada.

Bank Semakin Tertarik pada Blockchain

Birla mengatakan lembaga keuangan yang dahulu berhati-hati terhadap blockchain kini membentuk tim dan menjajaki cara untuk menggunakan teknologi tersebut.

Ia menyoroti minat BlackRock dan Morgan Stanley terhadap tokenisasi, serta potensi perkembangan terkait likuiditas yang melibatkan Wells Fargo dan ekosistem Kraken. Ia juga membahas dukungan Standard Chartered terhadap ekosistem stablecoin RLUSD milik Ripple.

Menurut Birla, semakin banyak perusahaan keuangan kini menjajaki blockchain untuk layanan keuangan praktis, alih-alih menganggapnya hanya sebagai tren investasi.

Arti Pencatatan Saham Evernorth di Nasdaq bagi Investor

Pencatatan Evernorth di Nasdaq memberi investor cara untuk mendapatkan eksposur ke perusahaan yang memiliki XRP melalui akun pialang biasa. Investor dapat membeli saham XRPN tanpa membeli XRP secara langsung melalui bursa mata uang kripto.

Namun, saham XRPN berbeda dari token XRP. Harga saham dapat berubah berdasarkan kinerja perusahaan, kepemilikan XRP, dan kondisi pasar secara umum.

Evernorth belum mengumumkan target imbal hasil, tanggal tertentu untuk mulai memanfaatkan kepemilikan XRP-nya, ataupun berapa banyak dana kasnya yang berencana diinvestasikan.

Apa Langkah Evernorth Selanjutnya?

Evernorth berencana menilai peluang investasi, memilih mitra yang sesuai, dan menetapkan langkah pengamanan sebelum mulai memanfaatkan XRP-nya. Perusahaan juga berniat bekerja sama dengan para pengembang di ekosistem XRP seiring tersedianya layanan keuangan baru.

Untuk saat ini, perusahaan berfokus meningkatkan jumlah XRP per saham dan mencari cara untuk memperoleh imbal hasil sambil mengelola risiko investasi.