Dalam surat kepada para investor pada September, tim Bridgewater China mengungkapkan dua “isi hati”: porsi investasi emas mereka sedikit dikurangi, sementara saham A justru disikapi dengan “optimisme yang berhati-hati”. Hedge fund yang berkantor pusat di Shanghai ini menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga meningkatkan biaya memegang emas, sementara kenaikan harga minyak menekan permintaan dari negara pengimpor energi seperti India. Karena itu, mereka secara bertahap mengurangi posisi emas yang sebelumnya mereka lebih-lebihkan.
Namun, mereka tetap optimistis terhadap aset-aset China. Bridgewater China menilai valuasi saham A saat ini tidak terlalu tinggi, arah kebijakan mendukung pembentukan modal jangka panjang, dan imbal hasil obligasi yang tetap rendah dapat menarik lebih banyak dana ke pasar saham pada masa mendatang.
Singkatnya, daya tarik emas “meredup”, sementara pasar saham China dipandang sebagai “primadona” yang potensial. Bagi investor yang ingin menyeimbangkan risiko dan imbal hasil, pandangan ini bisa menjadi suntikan semangat.
Namun, mereka tetap optimistis terhadap aset-aset China. Bridgewater China menilai valuasi saham A saat ini tidak terlalu tinggi, arah kebijakan mendukung pembentukan modal jangka panjang, dan imbal hasil obligasi yang tetap rendah dapat menarik lebih banyak dana ke pasar saham pada masa mendatang.
Singkatnya, daya tarik emas “meredup”, sementara pasar saham China dipandang sebagai “primadona” yang potensial. Bagi investor yang ingin menyeimbangkan risiko dan imbal hasil, pandangan ini bisa menjadi suntikan semangat.