Lelucon terbesar pasar prediksi: bahkan pekerjaan orang sendiri pun tak bisa diprediksi—Polymarket memecat CMO-nya.

Menurut laporan eksklusif New York Post pada 22 Oktober, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Matthew Modabber, yang menjabat sebagai chief marketing officer sejak Januari 2024, telah dipecat perusahaan setelah penyelidikan internal.
(Semua informasi berikut dirangkum dari laporan publik; kabar yang beredar di internet masih belum terverifikasi.)

Yang diselidiki adalah ulah timnya: mereka dituduh membuat situs web palsu dan merekam video yang direkayasa seolah-olah pengguna "menghasilkan uang dari perdagangan palsu" untuk dijadikan materi promosi.
Setelah diungkap Wall Street Journal pada Juni, CFTC turun tangan menyelidiki. Hingga kini, belum ada kesimpulan bahwa terjadi pelanggaran—tetapi para investor sudah keburu kecewa.

Bagian paling menarik adalah hubungan mereka: Modabber adalah sahabat CEO berusia 28 tahun, Shayne Coplan, sejak SMA.
Menurut Post, awalnya Coplan melindungi sahabatnya, bahkan mengancam akan memecat tim hukum yang mendorong pemecatan itu. Belakangan, ia baru "menerima bahwa berpisah adalah pilihan terbaik"—persahabatan tetap persahabatan, IPO tetap IPO.

Menurut saya, kisah ini lebih seru daripada grafik K-line: perusahaan yang berjaya berkat "prediksi" justru akhirnya tersandung karena "salah menilai orang".
Miliarder termuda di Amerika yang baru berusia 28 tahun saja tak mampu menyelamatkan sahabat lamanya—pelajaran pertama dalam dunia kapital, semua orang harus membayar uang sekolah.

Menurutmu, ini tindakan berprinsip dengan mengorbankan orang dekat, atau dewan direksi yang memaksa CEO mundur?

$BTC $ETH
#Polymarket #pasarPrediksi