Bagian Keenam · Memandang Diri Seperti Memandang Pasang Surut

Suka dan duka dalam diri pun datang silih berganti seperti pasang surut. Amarah menyerbu bagai ombak; tak dapat dibendung, tetapi dapat ditunggu hingga reda. Sukacita datang bagai air pasang; tak dapat ditahan, tetapi dapat datang kembali. Mereka yang mengenali pasang surut dalam dirinya tak akan berebut melampiaskan amarah sesaat kepada orang lain; mereka yang memahami pertanda dalam dirinya tak akan menetapkan tenggat tanpa alasan bagi diri sendiri.$BTC