Tembakan Trump hari ini bukan diarahkan ke Iran, melainkan ke lapangan basket: LeBron James.

Poin utama dari unggahan asli di Truth Social: "Saat lagu kebangsaan berkumandang, LeBron James justru tidak menghormati negara kita." ("While listening to our National Anthem, LeBron James disrespects our Country.")

Dalam video yang ia sertakan, James terlihat melakukan peregangan pemanasan, mengayunkan lengan, dan melakukan gerakan menembak saat lagu kebangsaan dimainkan. Trump menuntutnya untuk "meminta maaf kepada semua pejuang dan pahlawan yang gugur demi bendera Amerika".

Menurut saya, manajemen waktu presiden ini layak disebut seni pertunjukan: pagi-pagi berkampanye untuk anggota parlemen Georgia, siang hari menyalahkan Iran atas kenaikan harga minyak, lalu malamnya masih sempat menonton rekaman NBA frame demi frame untuk mencari-cari kesalahan. LeBron memang benar-benar tak mudah—bermain basket dicemooh, pemanasan pun bisa jadi sasaran.

Bagi orang-orang di dunia kripto, ini terasa familier: setiap pergerakan harga selalu harus dicari kambing hitamnya. Di pasar kripto ini disebut "atribusi", di Gedung Putih ini disebut "keseharian".

Pertanyaannya: sebelum lagu kebangsaan berkumandang lagi, apakah LeBron akan A. berdiri diam bak patung, atau B. sekalian menyewa "penasihat pose" khusus presiden?

$BTC

#特朗普 #LeBronJames