61.800 Bitcoin sedang dimohonkan untuk disita oleh jaksa Tiongkok—tetapi saat ini, semuanya sama sekali tidak berada di Tiongkok.

Kisah ini bermula pada 2014. Tianjin Lantian Gerui Electronic Technology, yang dikendalikan Qian Zhimin, menjual produk investasi dengan iming-iming “modal dijamin, bunga tinggi” di seluruh negeri selama tiga tahun penuh, dan mengeruk 40,378 miliar yuan dari 102.000 investor.

Uangnya tidak masuk ke sektor riil. Sebagian digunakan untuk membayar utang lama, sebagian lagi dibelikan $BTC , serta rumah, mobil, dan perhiasan. Pada 2017, ketika situasi mulai memanas, Qian Zhimin kabur ke Inggris.

Polisi Inggris menelusuri jejaknya dan menyita seluruh aset kripto tersebut: lebih dari 61.800 Bitcoin, ditambah Bitcoin Cash, Bitcoin Gold, XRP, Dogecoin, uang tunai, dan perhiasan—penyitaan mata uang kripto terbesar dalam sejarah kepolisian Inggris. Qian Zhimin sendiri dijatuhi hukuman 11 tahun 8 bulan penjara di Inggris.

Perkembangan terbaru lebih menarik lagi: pada 13 Oktober, Pengadilan Menengah Kedua Tianjin mengumumkan bahwa mereka telah menerima permohonan jaksa untuk menyita hasil tindak pidana (diterima pada 28 September), dan membuka masa pengumuman selama enam bulan. Para korban dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengikuti proses penyitaan.

Sehari sebelumnya, Pengadilan Tinggi London baru saja mengeluarkan putusan penting: klaim para korban atas Bitcoin tersebut akan dinilai berdasarkan hukum Tiongkok, bukan hukum Inggris. Perlu dicatat, ini bukan putusan bahwa “koin itu milik Tiongkok”—putusan tersebut hanya menentukan hukum mana yang akan digunakan untuk memperdebatkan “apakah para korban memiliki hak milik”, sementara kepemilikan asetnya masih harus diputuskan dalam persidangan berikutnya.

Menurut saya, hal paling menarik dari kasus ini bukanlah permainan angka “siapa yang berhak atas 61.800 koin”, melainkan bahwa untuk pertama kalinya, persoalan kepemilikan aset kripto lintas negara dibahas secara menyeluruh. Jaksa di satu negara mengajukan permohonan penyitaan, polisi di negara lain benar-benar menyitanya, dan seratus ribu korban harus memperjuangkan hak mereka di kedua negara—Bitcoin tidak mengenal batas negara, tetapi hukum mengenalnya.

Ada satu kesimpulan yang jelas bagi pasar: nilai koin-koin ini sekitar 5,1 miliar dolar AS (berdasarkan harga saat ini sekitar 82.000 dolar AS), tetapi semuanya terkunci dalam proses hukum. Dalam jangka pendek, koin-koin itu tidak akan masuk ke pasar, dan juga tidak akan dimusnahkan. Ini adalah “aset yang dibekukan”, bukan “tekanan jual yang menggantung”.

Masa pengumuman enam bulan ke depanlah yang akan menjadi ajang perebutan sesungguhnya. “Modal dijamin, bunga tinggi” yang dijanjikan saat itu—modal siapa yang akhirnya terlindungi, dan ke kantong siapa bunganya mengalir?

#ChinaSeeksToSeize61800BTC
#BTC #PemulihanAsetKejahatan

Tulisan di atas bukan merupakan saran investasi. DYOR; perdagangan memiliki risiko.