Meme empat panel bisa digambar seperti ini: seseorang ingin meluruskan gelas air di atas meja, tetapi malah membuat keadaan semakin berantakan, sampai akhirnya seluruh meja dipindahkan masuk ke dalam gelas. DeFi juga sering membuat orang lebih dulu terpaku pada “imbal hasil”, tetapi lupa bertanya: siapa yang membayar uang ini, dan siapa yang akhirnya menerimanya?

Data spot Binance bergulir 24 jam: $ETH -2.54% (bergulir 24 jam); $AAVE -5.51% (bergulir 24 jam); $UNI -6.41% (bergulir 24 jam). Perubahan harga bukan bukti adanya pendapatan protokol, pembagian biaya, atau imbal hasil bagi pemegang token, dan juga tidak menunjukkan bahwa ketiganya turun karena alasan yang sama.

Imbal hasil perlu diurai sumbernya. Bunga yang dibayar peminjam dan biaya yang dibayar trader berasal dari penggunaan nyata; sementara insentif token bisa jadi merupakan subsidi untuk menarik simpanan atau transaksi. Subsidi dapat menarik partisipasi, tetapi bukan berarti orang bersedia terus membayar layanan. Protokol menerima biaya juga tidak berarti pemegang token otomatis mendapat bagian; hak atas bagian itu tetap bergantung pada aturan yang berlaku.

Kita juga perlu membedakan stok dan arus: jumlah dana di dalam pool pada suatu waktu adalah stok; jumlah pinjaman, transaksi, dan biaya yang terjadi selama kurun waktu tertentu adalah arus. Tangki yang tampak penuh bukan berarti dana bisa ditarik kapan saja; bertambahnya simpanan juga bukan berarti permintaan akan terus berlanjut. Bagi pengguna, volatilitas agunan, biaya pinjaman, dan risiko likuidasi adalah hitungan lain di luar imbal hasil.

Jadi, ada tiga hal yang lebih saya perhatikan: siapa yang membayar, siapa yang menerima biaya, dan siapa yang menanggung risiko. Tanpa aturan dan data spesifik yang dapat diandalkan, jangan menggambarkan mekanisme umum sebagai fitur yang sudah diterapkan oleh protokol tertentu; proposal tata kelola juga tidak boleh disebut sudah dilaksanakan hanya karena sedang dibahas atau telah disetujui. Dalam meme itu, meja yang dipindahkan semakin membuat keadaan kacau; di dunia nyata, kita justru perlu merapikan pembukuan terlebih dahulu.