$ETH Karena berkali-kali melewatkan peluang masuk, aku terbawa emosi dan mencoba menangkap pisau yang jatuh.

Ini pertama kalinya aku membuka posisi kontrak sebesar ini, dan hasilnya sangat menyakitkan. Setelah mengevaluasinya, akar masalahnya ternyata bukan soal teknik, melainkan emosi yang benar-benar lepas kendali.

Sebelumnya aku melewatkan peluang masuk 2-3 kali berturut-turut. Melihat keuntungan berlalu begitu saja membuatku kesal dan terbawa emosi (FOMO). Karena terburu-buru dan kehilangan kesabaran, aku langsung masuk dengan leverage tinggi untuk menangkap pisau yang jatuh. Kenyataannya, aku sama sekali tidak sanggup mempertahankan posisi sebesar itu; kondisi mentalku sepenuhnya dikendalikan oleh pergerakan pasar.

Hal ini membuatku benar-benar memahami ucapan klasik Buffett:
“Berinvestasi itu seperti bermain bisbol. Kamu tidak perlu mengayunkan tongkat untuk setiap bola. Kamu bisa tetap berdiri dan membiarkan bola lewat, sampai muncul ‘bola bagus’ yang datang tepat di posisi terbaikmu, lalu ayunkan tongkat.”

Peluang-peluang yang kulewatkan sebelumnya ibarat bola buruk yang melintas.
Trader kelas atas akan menunggu bola berikutnya dengan tenang; sedangkan aku, karena melewatkan tiga bola berturut-turut, marah lalu membuang tongkat pemukul, memejamkan mata dan menerjang masuk ke lapangan, tepat ke arah tumpukan pisau yang berputar kencang.

Melewatkan peluang bukanlah kerugian; kemarahanlah jurang yang menjerumuskan. Kesempatan di pasar tak pernah habis, yang terbatas hanyalah modal. Catatan ini kubagikan sebagai pengingat bagi kita semua.

#交易复盘 #交易心理与纪律 #FOMO! #以太坊ETF