Elon Musk menyebut gagasan itu bagus, dan kedua perusahaan telah membentuk komite khusus yang terdiri dari direktur independen untuk mengkaji kemungkinan merger.

Namun, belum ada kesepakatan final, dan merger tersebut masih jauh dari kepastian. Pemegang saham Tesla juga perlu menyetujui transaksi itu.

Dengan valuasi saat ini, SpaceX bernilai sekitar $2,0–$2,1 triliun, sementara Tesla bernilai sekitar $1,5 triliun, sehingga nilai gabungan keduanya berkisar $3,5–$3,6 triliun. Ini akan menjadikannya salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Penggabungan yang berpotensi terjadi ini akan menyatukan kendaraan listrik, baterai, robotika, dan manufaktur Tesla dengan roket, Starlink, infrastruktur AI, serta teknologi satelit SpaceX.

Ada pula pertanyaan besar mengenai kendali. Musk memiliki sekitar 20% saham Tesla, tetapi menguasai sekitar 85% hak suara SpaceX melalui struktur sahamnya. Para analis memperkirakan bahwa kesepakatan tersebut dapat memberinya sekitar 57% hak suara di perusahaan gabungan, bergantung pada ketentuan finalnya.

Jika terwujud, ini akan jauh lebih besar daripada merger perusahaan biasa. Kesepakatan ini dapat menyatukan mobil, roket, satelit, AI, dan robotika di bawah satu struktur perusahaan raksasa.

Namun, untuk saat ini, hal tersebut masih berupa usulan yang sedang dikaji, bukan merger yang telah selesai.
#ElonMusk