Pasar saham China baru saja hancur—¥1 triliun lenyap dalam satu hari saat secara resmi memasuki wilayah bearish.

Yang lebih gila lagi: saham-saham China kini berpotensi mencatat penurunan selama 11 pekan berturut-turut, yang akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah.

Ini bukan sekadar koreksi. Ini tekanan jual yang terus-menerus dan tanpa henti, tanpa tanda-tanda akan mereda. Ketika pasar besar tak mampu menarik minat beli selama hampir 3 bulan berturut-turut, itu memberi tahu bahwa ada masalah yang lebih mendasar—entah itu kepercayaan, kredibilitas kebijakan, atau dinamika arus modal.

Bagi mereka yang memantau likuiditas global dan selera risiko, pasar saham China saat ini pada dasarnya menjadi uji tekanan secara langsung. Jika situasi ini berlanjut, dampaknya diperkirakan akan merembet ke aset-aset pasar berkembang, komoditas, bahkan kripto, seiring modal China mencari alternatif untuk menyimpan nilai atau sekadar menepi karena khawatir.