Bursa terbesar kedua di dunia masuk ke Amerika Serikat. Kenapa tidak mengurus lisensi sendiri, malah mencari broker lokal mapan di AS untuk diajak bekerja sama?

CEO Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi langsung: untuk masuk ke AS, mereka akan bekerja sama dengan broker yang sudah punya basis pengguna lokal, seperti Interactive Brokers (IB), dan bersaing langsung dengan Robinhood. Alasannya cukup menohok—mengurus lisensi di AS, satu negara bagian demi satu negara bagian, bisa memakan waktu 2–3 tahun. Para pendiri startup bisa-bisa keburu pensiun sebelum selesai. Jadi, lebih baik menunggu Clarity Act disahkan dan SEC menerapkan lisensi federal terpadu, sehingga satu lisensi berlaku di seluruh negeri.

Yang lebih menohok lagi adalah ucapannya ini: “Belum pernah masuk ke AS justru menjadi keunggulan. Catatan kami di AS benar-benar bersih.” Sementara itu, Robinhood, pesaingnya, tampak mengesankan dengan laporan keuangan Q2: 28,4 juta pelanggan yang telah mendanai akun dan aset platform senilai US$369 miliar. Namun, pendapatan dari perdagangan kripto anjlok 38% dibandingkan tahun lalu, tersisa hanya US$100 juta. Bybit sengaja masuk ke pasar AS saat pertumbuhan pesaingnya mulai meredup.

Pertanyaan besarnya: saat gerombolan investor ritel AS masuk ke pasar lewat broker, apakah pembelian pertama mereka adalah $BTC atau sekalian berburu koin abal-abal?

Kolom komentar dibuka: A. Dana baru memicu pasar bullish; B. Investor ritel AS sudah kebal dan tak ada tambahan dana baru. Tulis pilihan kalian.

$ETH $SOL #Bybit #美国 #Robinhood