Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis menyampaikan pernyataan terbuka, mengatakan bahwa Rusia meluncurkan 21 rudal balistik ke Kyiv dalam tiga gelombang segera setelah perundingan dengan utusan AS Witkoff berakhir. Serangan tersebut merusak infrastruktur dan permukiman setempat, serta menewaskan sedikitnya dua orang. Zelensky menunjukkan bahwa hal ini menandakan tidak ada tanda-tanda pelunakan dalam sikap Rusia yang sebenarnya.

Aksi militer ini menarik perhatian luas karena terjadi pada momen sensitif, tepat setelah interaksi diplomatik berakhir. Sebelumnya, pasar menaruh harapan tertentu pada putaran baru upaya mediasi diplomatik. Namun, serangan rudal besar-besaran yang terjadi secara tiba-tiba langsung memupus optimisme tersebut, memperlihatkan bahwa perundingan gencatan senjata masih menghadapi hambatan besar dan ketidakpastian.

Memanasnya kembali situasi geopolitik membuat sentimen pasar keuangan tradisional tetap sangat berhati-hati. Para pedagang mencermati dengan saksama premi keamanan pasokan komoditas, seperti minyak mentah. Permintaan terhadap aset safe haven pun meningkat, sementara aset ekuitas dalam jangka pendek menghadapi tekanan akibat menurunnya selera risiko.

Bagi pasar kripto, perubahan situasi yang mendadak membuat aliran dana secara keseluruhan cenderung mengambil sikap defensif, dan volatilitas jangka pendek kemungkinan akan semakin meningkat. Pertarungan antara kubu bullish dan bearish masih berlangsung sengit. Pergerakan pasar selanjutnya masih perlu diamati, terutama apakah sentimen menghindari risiko akan mendorong limpahan likuiditas ke aset digital utama. $BTC

#Geopolitics #Russia #Ukraine