Alat seharusnya menghemat kerepotan, tetapi malah menambah satu dompet, antrean tugas, dan aturan poin—gambaran seperti ini bisa kubayangkan dalam banyak narasi “AI + jaringan”. Yang benar-benar perlu ditanyakan bukan apakah mesin bisa terhubung, melainkan apakah pengguna justru harus belajar mengelola lebih banyak hal demi menyelesaikan satu tugas?

Spot Binance bergulir 24 jam, $TAO -4.37% (bergulir 24 jam). Spot Binance bergulir 24 jam, $RENDER -1.97% (bergulir 24 jam). Spot Binance bergulir 24 jam, $FET -5.43% (bergulir 24 jam). Ini hanya perubahan harga masing-masing, tidak menjelaskan volume tugas jaringan, penggunaan produk, atau penyebab penurunan.

Pasokan komputasi menjawab dari mana sumber daya berasal, sedangkan permintaan produk bergantung pada siapa yang bersedia membayar hasilnya; insentif jaringan bisa menarik pasokan, tetapi juga dapat membuat peserta sibuk mengejar imbalan alih-alih meningkatkan layanan. Bahkan jika ada yang membayar, kita masih perlu melihat bagaimana biaya dibagikan dan apakah token mendapat dukungan nilai nyata karenanya. Tidak bisa begitu saja menyamakan langkah-langkah tersebut.

Saat ini tidak ada materi yang bisa diverifikasi untuk membuktikan siapa pelanggan ketiganya, tugas berbayar, atau tingkat pembelian ulang. Aku tidak akan mengarang rekam jejak proyek. Daripada mendengar lagi cerita “AI membutuhkan komputasi”, aku lebih ingin melihat apakah pengguna bisa menyelesaikan sesuatu dengan lebih sedikit langkah, apakah layanan dapat diberikan secara andal, dan apakah permintaan tetap ada setelah insentif dihentikan. Jika alat justru membuat orang semakin sibuk, setidaknya alat itu belum membuktikan bahwa ia menyelesaikan masalah.