Pukul 12.18 siang, saldo akun nol, utang 410 ribu, katanya dia hampir hancur.

Dari akun yang dilikuidasi sampai berhasil menariknya kembali, aku butuh dua bulan.

5 Juli 2021, pukul 12.18 siang. Uangnya habis, pikirannya kosong. Utang 410 ribu, semua kartu sudah menunggak. Yang terpikir cuma satu: kali ini benar-benar tamat.

Dulu dia lari tiga jam setiap hari dan makan teratur. Lalu begadang memantau pasar, tak pernah bergerak, merokok tanpa henti. Yang hancur bukan cuma uangnya, tapi juga dirinya. Bahkan membuka aplikasi pun tak ingin.

Pengikutku, Xiao Deng, bilang: “Bang, kayaknya aku mulai depresi.” Aku paham. Berkali-kali terpikir untuk berhenti dari dunia ini, tapi masih belum rela.

Belakangan, dia mengantar makanan dan mengambil pekerjaan serabutan. Dia menabung mati-matian selama dua bulan hingga terkumpul 5.000 U.

Aku cuma bilang: kali ini jangan bertindak gegabah. Jangan all-in, jangan pakai seluruh modal, jangan serakah. Batasi posisi di bawah 40%, sisanya untuk bertahan hidup. Kalau rugi, segera tutup posisi. Jangan berkhayal atau mengeluh. Ikuti momentum, jangan sok menebak titik tertinggi atau terendah.

Hari-hari berlalu perlahan. 5.000 jadi 10 ribu, 20 ribu, lalu 50 ribu. Bukan keajaiban, cuma disiplin. Utangnya akhirnya lunas dan dia pun kembali stabil. Aku menemani dia membangun kembali ritmenya sendiri.

Ada yang bilang ini keberuntungan. Bukan, dia benar-benar berhenti sejenak. Akun dilikuidasi memang menakutkan, tapi yang lebih menakutkan adalah sudah kehilangan semuanya lalu masih melakukan hal yang sama secara ngawur.

Entah di dunia kripto atau dalam hidup, bangkit kembali bukan soal ikut tren. Kuncinya adalah berhenti menyerahkan lebih dari 40% modal kepada perasaan.

Cara mengatur posisi dan kapan harus berhenti ada di @分析师刘总 . Kalau masih menunggak, saldo nol, ingin berhenti tapi belum rela, ceritakan di kolom komentar berapa yang tersisa. Aku hanya membahas cara membatasi posisi hingga 40%, bukan menebak candle hijau berikutnya.