Pertemuan FOMC pekan depan merupakan katalis makro paling penting dalam jangka pendek.

Setelah Waller memberi sinyal dovish, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga turun dari 27% menjadi di bawah 15%. Goldman Sachs juga menunda perkiraan waktu kenaikan suku bunga berikutnya hingga Desember.

Belakangan ini, kabar buruk datang bertubi-tubi: data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, harga minyak melonjak menembus 110 dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS menembus 5,2%, dan ETF juga mengalami arus keluar dana. Namun, BTC tak kunjung turun secara meyakinkan di bawah 80.000 dolar AS, malah bergerak menguat meski berfluktuasi.

Kabar buruk terus berdatangan, tetapi harga tak kunjung jatuh. Ini sendiri merupakan sinyal kekuatan.

Lihat juga sentimen pasar: banyak investor ritel dan KOL masih cenderung bearish, bahkan meragukan apakah bull market sudah dimulai. Pergerakan pasar sering kali terbentuk secara bertahap di tengah keraguan seperti ini.

Tentu saja, struktur kepemilikan belum sepenuhnya menguat. Alamat pemegang BTC menengah terus menambah kepemilikan, tetapi paus super yang memegang lebih dari 10.000 BTC masih terus mengurangi kepemilikan bersihnya. Jadi, terobosan langsung dalam waktu dekat tampaknya tidak mudah; pasar mungkin masih perlu bergerak mendatar untuk mengumpulkan tenaga.

Pandangan saya: berhentilah melihat pergerakan pasar sepenuhnya dengan pola pikir bear market.

Bull market sering kali lahir di tengah keraguan, naik di tengah kebimbangan, lalu mencapai puncak saat euforia melanda.

Manfaatkan koreksi untuk mencari peluang, perhatikan daya beli saat harga turun tajam, dan lakukan akumulasi bertahap saat penurunan masih kecil.