#特朗普拟阐述打击海外加密诈骗 Trump mengatakan akan memberantas penipuan kripto di luar negeri. Ini tidak bisa dipandang hanya sebagai pengumuman penegakan hukum. Di baliknya ada sistem yang sudah berjalan: perintah eksekutif pada Maret menetapkan penipuan elektronik lintas negara sebagai masalah keamanan nasional; satuan tugas khusus Departemen Kehakiman membekukan aset kripto terkait perkara senilai lebih dari 700 juta dolar AS; Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada seorang senator Kamboja; Departemen Luar Negeri menawarkan hadiah 10 juta dolar AS untuk informasi tentang kompleks penipuan di Myanmar; dan FBI mengklaim telah membongkar 20 kompleks penipuan di luar negeri. Angkanya juga cukup mencolok: kerugian akibat penipuan kripto di Amerika Serikat pada 2025 mencapai sekitar 11,4 miliar dolar AS, dengan penipuan investasi menyumbang 7,2 miliar dolar—hampir delapan kali lipat dari angka pada 2021. Logika sebenarnya dari pemerintahan Trump adalah menggolongkan teknologi kripto sebagai “aset teknologi Amerika yang perlu dilindungi”. Siapa pun yang menyalahgunakannya untuk menipu warga Amerika berarti mengusik keamanan nasional. Langkah ini sangat tegas, tetapi juga sarat perhitungan geopolitik: dengan mengaitkan kompleks penipuan di Asia Tenggara dengan jaringan kejahatan transnasional, Amerika Serikat mendapat pijakan untuk terlibat dalam penegakan hukum di wilayah negara lain, menjatuhkan sanksi, bahkan menjalin kerja sama militer.

Namun, kerumitan persoalan ini justru terletak pada kenyataan bahwa pihak yang menghunus pedang itu sendiri berada di tengah bisnis mata uang kripto. Investigasi Reuters menunjukkan bahwa keluarga Trump meraup setidaknya 2,3 miliar dolar AS dari bisnis kripto utama mereka, sementara para investor yang mereka tarik mengalami kerugian dalam jumlah yang sebanding selama periode yang sama. Mitra platform stablecoin yang terkait dengan keluarga itu juga dilaporkan pernah bersinggungan dengan entitas terkait penipuan yang dikenai sanksi. Jadi, ujian sesungguhnya dari “pernyataan perang” ini bukanlah apakah mereka bisa membekukan beberapa miliar lagi, melainkan apakah narasi negara tentang pemberantasan penipuan di luar negeri bisa menarik garis yang meyakinkan antara tindakan itu dan posisi keluarga inti presiden dalam rantai kepentingan kripto. Tekadnya besar dan langkahnya cukup keras, tetapi kredibilitas tidak pernah bisa dipastikan hanya lewat satu acara di Gedung Putih.