HYPE dimasukkan dalam sebuah riset terbaru sebagai aset infrastruktur spekulatif, tetapi bisnis platform yang berjalan baik tidak berarti tokennya pasti ikut diuntungkan.
Riset tersebut menyoroti kemampuan platform perdagangan untuk terus menghasilkan pendapatan dari biaya transaksi, sekaligus mengingatkan bahwa volume perdagangan belum tentu berubah menjadi laba, dan memiliki token platform tidak sama dengan memiliki saham platform. Inilah perbedaan utama dalam memahami HYPE.
Ada pula kabar pasar yang menyebut Hyperliquid membeli kembali dan membakar 21.790 HYPE dalam 24 jam terakhir. Diskusi publik juga memperkirakan pendapatan platform selama 30 hari terakhir sekitar US$66,6 juta. Kedua angka ini belum diverifikasi secara independen, sehingga tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pembelian kembali akan terus meningkat.
Selanjutnya, yang perlu diperiksa adalah metode penghitungan pendapatan, catatan aktual pembelian kembali dan pembakaran token, serta apakah keduanya dapat dipertahankan ketika aktivitas perdagangan melambat. Jika pendapatan dari biaya transaksi tumbuh, tetapi tidak tersalurkan secara konsisten ke HYPE, apakah ekspansi platform masih bisa menjadi alasan untuk memiliki tokennya?
Riset tersebut menyoroti kemampuan platform perdagangan untuk terus menghasilkan pendapatan dari biaya transaksi, sekaligus mengingatkan bahwa volume perdagangan belum tentu berubah menjadi laba, dan memiliki token platform tidak sama dengan memiliki saham platform. Inilah perbedaan utama dalam memahami HYPE.
Ada pula kabar pasar yang menyebut Hyperliquid membeli kembali dan membakar 21.790 HYPE dalam 24 jam terakhir. Diskusi publik juga memperkirakan pendapatan platform selama 30 hari terakhir sekitar US$66,6 juta. Kedua angka ini belum diverifikasi secara independen, sehingga tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pembelian kembali akan terus meningkat.
Selanjutnya, yang perlu diperiksa adalah metode penghitungan pendapatan, catatan aktual pembelian kembali dan pembakaran token, serta apakah keduanya dapat dipertahankan ketika aktivitas perdagangan melambat. Jika pendapatan dari biaya transaksi tumbuh, tetapi tidak tersalurkan secara konsisten ke HYPE, apakah ekspansi platform masih bisa menjadi alasan untuk memiliki tokennya?