🏦 Apa yang menghambat bank masuk ke blockchain? Jawaban ZKsync bukan blockchain baru, melainkan sebuah “panel kontrol”
Pada 21 Oktober, ZKsync meluncurkan Prividium Commander dalam pidato utama di konferensi Money20/20. Produk ini secara resmi disebut sebagai “control plane aset digital”.
Yang diselesaikannya bukan soal apakah teknologi bisa masuk ke blockchain, melainkan apakah bank berani dan benar-benar bisa menggunakannya:
🔹 Terhubung dengan sistem identitas, sistem perbankan inti, dan penyedia layanan kustodian yang sudah digunakan institusi—tanpa perlu membangun perangkat lunak dari nol
🔹 Mengelola hak akses sesuai aturan masing-masing institusi: siapa yang boleh memindahkan dana dan siapa yang menyetujui
🔹 Menyimpan log audit dan mendukung pengungkapan informasi kepada regulator
🔹 Satu panel untuk mengelola aplikasi pembayaran, pasar, dan pembiayaan; bisa terhubung ke blockchain publik maupun berjalan di jaringan privat
Banyak orang di komunitas merangkumnya dalam satu kalimat: bank sudah bertahun-tahun mengutak-atik blockchain, tetapi kebanyakan masih dalam tahap uji coba karena setiap bank harus membuat sendiri “roda” untuk hak akses, kepatuhan, dan audit. Kini, ada yang menjualnya sebagai satu paket.
Menurut saya, dampak langsung produk semacam ini terhadap harga aset kripto sering kali terbatas. Ujian sesungguhnya adalah apakah ada bank yang menandatangani kerja sama dan menghasilkan volume bisnis nyata. Ramainya acara peluncuran dan banjir unggahan ulang bukan berarti produk ini sudah diterapkan. Layak dicatat, lalu beberapa bulan lagi kita lihat apakah ada nama institusi yang diumumkan.
Ada satu hal menarik lainnya: institusi menginginkan “kendali”, sedangkan investor ritel menginginkan “tanpa izin”. Satu jalur teknologi yang sama kini berkembang menjadi dua jenis produk yang sangat berbeda.
Menurutmu, jika bank beralih ke blockchain dalam skala besar, pada akhirnya mereka akan menggunakan blockchain publik atau jaringan privat sendiri?
#ZKsync #RWA #机构入场 #Blockchain
Pada 21 Oktober, ZKsync meluncurkan Prividium Commander dalam pidato utama di konferensi Money20/20. Produk ini secara resmi disebut sebagai “control plane aset digital”.
Yang diselesaikannya bukan soal apakah teknologi bisa masuk ke blockchain, melainkan apakah bank berani dan benar-benar bisa menggunakannya:
🔹 Terhubung dengan sistem identitas, sistem perbankan inti, dan penyedia layanan kustodian yang sudah digunakan institusi—tanpa perlu membangun perangkat lunak dari nol
🔹 Mengelola hak akses sesuai aturan masing-masing institusi: siapa yang boleh memindahkan dana dan siapa yang menyetujui
🔹 Menyimpan log audit dan mendukung pengungkapan informasi kepada regulator
🔹 Satu panel untuk mengelola aplikasi pembayaran, pasar, dan pembiayaan; bisa terhubung ke blockchain publik maupun berjalan di jaringan privat
Banyak orang di komunitas merangkumnya dalam satu kalimat: bank sudah bertahun-tahun mengutak-atik blockchain, tetapi kebanyakan masih dalam tahap uji coba karena setiap bank harus membuat sendiri “roda” untuk hak akses, kepatuhan, dan audit. Kini, ada yang menjualnya sebagai satu paket.
Menurut saya, dampak langsung produk semacam ini terhadap harga aset kripto sering kali terbatas. Ujian sesungguhnya adalah apakah ada bank yang menandatangani kerja sama dan menghasilkan volume bisnis nyata. Ramainya acara peluncuran dan banjir unggahan ulang bukan berarti produk ini sudah diterapkan. Layak dicatat, lalu beberapa bulan lagi kita lihat apakah ada nama institusi yang diumumkan.
Ada satu hal menarik lainnya: institusi menginginkan “kendali”, sedangkan investor ritel menginginkan “tanpa izin”. Satu jalur teknologi yang sama kini berkembang menjadi dua jenis produk yang sangat berbeda.
Menurutmu, jika bank beralih ke blockchain dalam skala besar, pada akhirnya mereka akan menggunakan blockchain publik atau jaringan privat sendiri?
#ZKsync #RWA #机构入场 #Blockchain