⚖️ Ripple menyerahkan tanggapan kepada SEC: token itu sendiri bukan sekuritas, yang menjadi sekuritas adalah “janji”
Masa pengumpulan komentar untuk usulan SEC tentang “Aturan Regulasi Aset Kripto” (Regulation Crypto Assets) baru saja berakhir. Pada hari terakhir, berbagai pihak menyerahkan surat tanggapan mereka.
Dalam surat tanggapannya pada 20 Oktober, Ripple menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. Inti pandangannya sederhana:
🔹 Yang memenuhi kriteria sebagai sekuritas adalah “kontrak investasi”, bukan token itu sendiri
🔹 Setelah penerbit memenuhi janjinya dan tak lagi memiliki komitmen berkelanjutan, token tersebut seharusnya tidak lagi dianggap sebagai sekuritas
Usulan itu juga mencakup beberapa pengecualian pendanaan, misalnya batas 5 juta dolar AS selama 4 tahun untuk proyek rintisan, serta batas 75 juta dolar AS selama 12 bulan. Tujuannya adalah mengganti pengawasan berbasis penegakan hukum yang selama ini menerapkan pendekatan “satu kasus, satu sanksi” dengan seperangkat aturan yang dapat diprediksi.
Menurut saya, jika logika ini dimasukkan ke dalam aturan final, dampak terbesarnya bukan pada BTC, melainkan pada altcoin dari proyek-proyek yang pernah menjanjikan peta jalan. Ke depannya, untuk menilai risiko kepatuhan suatu koin, mungkin kita perlu melihat dua hal: apakah pihak proyek masih terus menjual janji, dan apakah token tersebut benar-benar terdesentralisasi.
Namun, perlu diingat bahwa saat ini semuanya masih sebatas usulan dan pengumpulan komentar. Isi akhir aturan maupun kapan aturan itu mulai berlaku belum ditentukan. Jangan mengejar harga hanya karena menganggap “surat dukungan” berarti aturan tersebut sudah berlaku.
Menurutmu, apakah standar “janji berakhir, berarti bukan sekuritas” melindungi investor ritel atau justru memberi celah bagi pihak proyek?
#Ripple #SEC #加密监管 #XRP
Masa pengumpulan komentar untuk usulan SEC tentang “Aturan Regulasi Aset Kripto” (Regulation Crypto Assets) baru saja berakhir. Pada hari terakhir, berbagai pihak menyerahkan surat tanggapan mereka.
Dalam surat tanggapannya pada 20 Oktober, Ripple menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. Inti pandangannya sederhana:
🔹 Yang memenuhi kriteria sebagai sekuritas adalah “kontrak investasi”, bukan token itu sendiri
🔹 Setelah penerbit memenuhi janjinya dan tak lagi memiliki komitmen berkelanjutan, token tersebut seharusnya tidak lagi dianggap sebagai sekuritas
Usulan itu juga mencakup beberapa pengecualian pendanaan, misalnya batas 5 juta dolar AS selama 4 tahun untuk proyek rintisan, serta batas 75 juta dolar AS selama 12 bulan. Tujuannya adalah mengganti pengawasan berbasis penegakan hukum yang selama ini menerapkan pendekatan “satu kasus, satu sanksi” dengan seperangkat aturan yang dapat diprediksi.
Menurut saya, jika logika ini dimasukkan ke dalam aturan final, dampak terbesarnya bukan pada BTC, melainkan pada altcoin dari proyek-proyek yang pernah menjanjikan peta jalan. Ke depannya, untuk menilai risiko kepatuhan suatu koin, mungkin kita perlu melihat dua hal: apakah pihak proyek masih terus menjual janji, dan apakah token tersebut benar-benar terdesentralisasi.
Namun, perlu diingat bahwa saat ini semuanya masih sebatas usulan dan pengumpulan komentar. Isi akhir aturan maupun kapan aturan itu mulai berlaku belum ditentukan. Jangan mengejar harga hanya karena menganggap “surat dukungan” berarti aturan tersebut sudah berlaku.
Menurutmu, apakah standar “janji berakhir, berarti bukan sekuritas” melindungi investor ritel atau justru memberi celah bagi pihak proyek?
#Ripple #SEC #加密监管 #XRP