Berhenti vibe coding, AI makin nggak keren😢
Seorang software engineer bercerita bahwa kedua putrinya—yang satu kuliah di Inggris dan yang satu lagi di Italia—dikelilingi anak-anak muda yang hampir semuanya membenci AI.
Bahkan, putrinya memperkenalkan dia begini: "Ini ayahku. Dia software engineer, tapi tenang saja, dia nggak pakai AI😂"
Bagi mereka, AI adalah "kekacauan yang dibuat generasi tua dan harus kita bereskan. Memangnya perubahan iklim saja belum cukup?"
Mereka muak melihat konten sampah buatan AI di mana-mana di feed mereka, juga musik AI. Yang paling mereka benci adalah ketika diberi tahu bahwa keterampilan yang mereka asah selama bertahun-tahun tiba-tiba tak ada harganya.
Ketika kita tak lagi bisa membedakan mana yang dibuat manusia di internet, menjadi autentik adalah kebanggaan baru.
Seorang software engineer bercerita bahwa kedua putrinya—yang satu kuliah di Inggris dan yang satu lagi di Italia—dikelilingi anak-anak muda yang hampir semuanya membenci AI.
Bahkan, putrinya memperkenalkan dia begini: "Ini ayahku. Dia software engineer, tapi tenang saja, dia nggak pakai AI😂"
Bagi mereka, AI adalah "kekacauan yang dibuat generasi tua dan harus kita bereskan. Memangnya perubahan iklim saja belum cukup?"
Mereka muak melihat konten sampah buatan AI di mana-mana di feed mereka, juga musik AI. Yang paling mereka benci adalah ketika diberi tahu bahwa keterampilan yang mereka asah selama bertahun-tahun tiba-tiba tak ada harganya.
Ketika kita tak lagi bisa membedakan mana yang dibuat manusia di internet, menjadi autentik adalah kebanggaan baru.