$SOL $BNB $BTC Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Tatsunori Ibaya, secara resmi menyatakan dalam rapat Komite Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Dewan Perwakilan Rakyat pada 21 Oktober bahwa pemerintah akan mengkaji pemanfaatan stablecoin untuk mendukung sistem pembebasan pajak konsumsi bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang.
Pernyataan ini bukanlah hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari persiapan menghadapi perubahan sistem yang sudah di depan mata.
Sistem pembebasan pajak Jepang dijadwalkan mengalami reformasi mendasar pada November 2026: dari sistem «pembebasan langsung di tempat» yang berlaku saat ini menjadi sistem «pengembalian dana». Artinya, wisatawan terlebih dahulu membayar harga termasuk pajak saat berbelanja. Setelah petugas bea cukai memastikan barang dibawa keluar dari Jepang, pajak konsumsi akan dikembalikan. Tujuannya adalah mencegah barang bebas pajak dijual kembali di Jepang.
Sistem baru ini mengatasi celah yang memungkinkan penjualan kembali, tetapi juga menimbulkan masalah baru. Pengembalian dana konvensional bergantung pada kartu kredit atau rekening bank, sehingga berisiko membocorkan informasi, gagal dilakukan jika nomor kartu wisatawan berubah setelah mereka pulang, serta menimbulkan akumulasi biaya transaksi untuk setiap pengembalian. «Pemanfaatan stablecoin» yang dimaksud Menteri Ibaya menyasar tepat pada proses pengembalian dana ini.
Bagaimana stablecoin digunakan untuk «mengembalikan pajak»?
Sejumlah perusahaan di Jepang telah lebih dulu melakukan persiapan. Stablecoin yen JPYC dan perusahaan bebas pajak Jepang telah menjalin kerja sama pada Maret 2026 untuk membangun model pengembalian pajak yang berpusat pada JPYC. Keunggulan utamanya adalah:
· Dana langsung diterima: Setelah dikonfirmasi oleh bea cukai, dana dikirim langsung ke dompet digital wisatawan melalui blockchain, tanpa perlu menunggu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
· Menghilangkan risiko kebocoran informasi: Toko tidak perlu menyimpan nomor kartu kredit atau informasi rekening bank.
· Menjangkau mereka yang tidak memiliki rekening bank: Wisatawan dapat menerima dana melalui dompet Web3 di ponsel, tanpa bergantung pada sistem perbankan konvensional.
Penerimaan Ibaya terhadap stablecoin juga bukan gagasan yang muncul tiba-tiba. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia pernah menyatakan bahwa stablecoin yang dipatok pada yen dan didukung oleh yen atau obligasi pemerintah Jepang dapat dipertimbangkan untuk pembayaran pajak.
Gambaran yang lebih besar: Jepang memindahkan «kas negara» ke blockchain
Pengembalian pajak dengan stablecoin hanyalah salah satu bagiannya. Badan Digital Jepang juga tengah mengkaji penggunaan stablecoin dan deposito yang ditokenisasi untuk menyalurkan dana publik, seperti tunjangan pengasuhan anak dan bantuan pangan, dengan kemungkinan membatasi penggunaannya untuk keperluan tertentu. Kementerian Keuangan pun sedang mendorong kajian mengenai penerbitan obligasi pemerintah di blockchain. Pengembalian pajak, bantuan, dan penyelesaian obligasi pemerintah yang dikembangkan secara bersamaan menunjukkan bahwa Jepang berupaya menjadikan digitalisasi kredit negara sebagai proyek infrastruktur terpadu, bukan sekadar serangkaian uji coba terpisah. #日本国交相将研究稳定币退税
Pernyataan ini bukanlah hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari persiapan menghadapi perubahan sistem yang sudah di depan mata.
Sistem pembebasan pajak Jepang dijadwalkan mengalami reformasi mendasar pada November 2026: dari sistem «pembebasan langsung di tempat» yang berlaku saat ini menjadi sistem «pengembalian dana». Artinya, wisatawan terlebih dahulu membayar harga termasuk pajak saat berbelanja. Setelah petugas bea cukai memastikan barang dibawa keluar dari Jepang, pajak konsumsi akan dikembalikan. Tujuannya adalah mencegah barang bebas pajak dijual kembali di Jepang.
Sistem baru ini mengatasi celah yang memungkinkan penjualan kembali, tetapi juga menimbulkan masalah baru. Pengembalian dana konvensional bergantung pada kartu kredit atau rekening bank, sehingga berisiko membocorkan informasi, gagal dilakukan jika nomor kartu wisatawan berubah setelah mereka pulang, serta menimbulkan akumulasi biaya transaksi untuk setiap pengembalian. «Pemanfaatan stablecoin» yang dimaksud Menteri Ibaya menyasar tepat pada proses pengembalian dana ini.
Bagaimana stablecoin digunakan untuk «mengembalikan pajak»?
Sejumlah perusahaan di Jepang telah lebih dulu melakukan persiapan. Stablecoin yen JPYC dan perusahaan bebas pajak Jepang telah menjalin kerja sama pada Maret 2026 untuk membangun model pengembalian pajak yang berpusat pada JPYC. Keunggulan utamanya adalah:
· Dana langsung diterima: Setelah dikonfirmasi oleh bea cukai, dana dikirim langsung ke dompet digital wisatawan melalui blockchain, tanpa perlu menunggu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
· Menghilangkan risiko kebocoran informasi: Toko tidak perlu menyimpan nomor kartu kredit atau informasi rekening bank.
· Menjangkau mereka yang tidak memiliki rekening bank: Wisatawan dapat menerima dana melalui dompet Web3 di ponsel, tanpa bergantung pada sistem perbankan konvensional.
Penerimaan Ibaya terhadap stablecoin juga bukan gagasan yang muncul tiba-tiba. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia pernah menyatakan bahwa stablecoin yang dipatok pada yen dan didukung oleh yen atau obligasi pemerintah Jepang dapat dipertimbangkan untuk pembayaran pajak.
Gambaran yang lebih besar: Jepang memindahkan «kas negara» ke blockchain
Pengembalian pajak dengan stablecoin hanyalah salah satu bagiannya. Badan Digital Jepang juga tengah mengkaji penggunaan stablecoin dan deposito yang ditokenisasi untuk menyalurkan dana publik, seperti tunjangan pengasuhan anak dan bantuan pangan, dengan kemungkinan membatasi penggunaannya untuk keperluan tertentu. Kementerian Keuangan pun sedang mendorong kajian mengenai penerbitan obligasi pemerintah di blockchain. Pengembalian pajak, bantuan, dan penyelesaian obligasi pemerintah yang dikembangkan secara bersamaan menunjukkan bahwa Jepang berupaya menjadikan digitalisasi kredit negara sebagai proyek infrastruktur terpadu, bukan sekadar serangkaian uji coba terpisah. #日本国交相将研究稳定币退税