Selama bertahun-tahun, berapa banyak orang yang tertipu oleh anggapan bahwa kita harus minum 8 gelas air setiap hari?

Belakangan ini, “minum banyak air” menjadi tren populer di internet. Anak muda menyingkat “air putih dalam jumlah banyak” menjadi “air banyak”. Botol air berukuran besar 1,5 liter bahkan 2 liter pun laris sampai kehabisan stok—habiskan satu botol, pas memenuhi kebutuhan sehari.

Namun, kemarin (10-20), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai menyampaikan hal yang meredam tren ini: jangan memaksakan target jumlah air; minumlah sesuai kebutuhan.

Beberapa hal yang mungkin terasa menohok:

1. “Harus minum 8 gelas air setiap hari” adalah kutipan yang dipotong dari konteksnya. Angka itu berasal dari rekomendasi lama Departemen Pangan dan Gizi AS pada 1945. Kalimat berikutnya dalam sumber aslinya berbunyi, “Sebagian besar cairan ini sudah terkandung dalam makanan”—air dalam buah, sayuran, dan sup juga dihitung. Para akademisi pernah menerbitkan tulisan pada 2002 dan 2023 untuk meluruskan anggapan ini, yang menurut mereka telah didorong oleh industri air minum dalam kemasan selama puluhan tahun.

2. Bagaimana mungkin kebutuhan air perempuan berbobot 50 kg sama dengan pria kekar berbobot 90 kg? Menetapkan jumlah minum yang sama untuk semua orang memang tidak ilmiah. Angka dalam panduan hanyalah acuan: dalam iklim sedang, pria dewasa membutuhkan sekitar 1.700 ml per hari dan perempuan sekitar 1.500 ml. Jika berolahraga dan berkeringat, kebutuhan itu perlu ditambah.

3. Terlalu banyak minum air benar-benar bisa menyebabkan “keracunan”. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hiponatremia dilusional: kadar natrium dalam darah menjadi terlalu encer dan, dalam kasus parah, sel-sel otak membengkak. Juni tahun ini, seorang perempuan berusia 25 tahun di Zhengzhou “mengganti alkohol dengan air” saat jamuan minum. Ia langsung mengalami kebingungan, kejang, dan koma, lalu didiagnosis keracunan air. Dokter mengatakan, jika tidak segera ditangani, ia bisa mengalami kematian otak.

Cara yang diberikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai untuk menilai kebutuhan air sangat sederhana: perhatikan warna urine. Kuning pucat seperti lemon = cairan tubuh cukup, pertahankan; kuning agak pekat = waktunya minum; kuning tua/warna amber = kekurangan cairan yang jelas, minumlah dua atau tiga gelas; warna teh oolong = kekurangan cairan parah, segera cari pertolongan medis jika perlu.

Cara yang tepat bisa diringkas dalam delapan kata: minum sedikit-sedikit, tetapi sering dan merata sepanjang hari. Minumlah satu gelas pagi dan satu gelas malam. Pada waktu lainnya, minum satu gelas setiap 1–2 jam, sedikit demi sedikit. Jangan menunggu sampai haus lalu menenggak banyak sekaligus.

Menurut saya, dalam menjaga kesehatan, yang paling perlu dihindari adalah “melakukannya secara berlebihan”. Dulu minum teh susu berlebihan, sekarang beralih ke minum air putih berlebihan—hanya berganti ekstrem ke arah yang lain. Soal minum air, lebih baik mendengarkan tubuh daripada mengikuti slogan.

Kira-kira berapa banyak air yang kamu minum setiap hari? Apa kamu juga membeli botol air besar 1,5 liter itu?

Sumber: The Paper, “Tren ‘minum banyak air’ sedang populer? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai: jangan memaksakan target jumlah air; perhatikan warna urine untuk mengetahui perlu minum atau tidak” (2026-10-21); Ifeng, “Tren ‘minum banyak air’ sedang populer. Apa sebenarnya ‘air banyak’ itu? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai mengingatkan: jangan sampai salah minum” (2026-10-21); tulisan asli akun WeChat “Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai”, 10-20. Inti lelucon diambil dari tren internet “minum banyak air”, disalin langsung tanpa ditulis ulang; foto pendamping merupakan foto asli (mensjournal), hanya digunakan sebagai ilustrasi.