BMW baru-baru ini mengalami kejadian yang cukup unik. Mereka berencana melakukan PHK, tetapi untuk menghindari masalah hukum, mereka mengirim email kepada lebih dari 10.000 karyawan untuk menanyakan apakah ada yang bersedia menerima uang pesangon dan mengundurkan diri, sekaligus menyediakan situs web untuk menyatakan minat.
Setelah menerima pemberitahuan itu, semua orang berbondong-bondong mengunjungi situs tersebut untuk melihat berapa uang yang bisa mereka dapatkan, lalu pergi dengan gembira. Akibatnya, situs itu langsung kewalahan dan tidak bisa diakses.
Bahkan, sejumlah karyawan senior bisa menerima hingga ratusan ribu euro.
Saat ini BMW telah menangguhkan program pengunduran diri tersebut karena terlalu banyak orang yang mengajukan diri untuk menerima uang dan pergi, sehingga bagian SDM kewalahan memprosesnya.
Alasan gelombang PHK kali ini dan upaya menekan biaya serta meningkatkan efisiensi pun cukup jelas: di China, yang dahulu merupakan pasar besar bagi BMW, semakin sedikit orang yang membeli mobil BMW.
Setelah menerima pemberitahuan itu, semua orang berbondong-bondong mengunjungi situs tersebut untuk melihat berapa uang yang bisa mereka dapatkan, lalu pergi dengan gembira. Akibatnya, situs itu langsung kewalahan dan tidak bisa diakses.
Bahkan, sejumlah karyawan senior bisa menerima hingga ratusan ribu euro.
Saat ini BMW telah menangguhkan program pengunduran diri tersebut karena terlalu banyak orang yang mengajukan diri untuk menerima uang dan pergi, sehingga bagian SDM kewalahan memprosesnya.
Alasan gelombang PHK kali ini dan upaya menekan biaya serta meningkatkan efisiensi pun cukup jelas: di China, yang dahulu merupakan pasar besar bagi BMW, semakin sedikit orang yang membeli mobil BMW.
