Adegan ikonis di acara kencan itu benar-benar bikin aku terpana.
Saat perempuan itu duduk di Tesla seharga 300 ribu, sepanjang waktu tubuhnya condong ke belakang. Obrolannya pun terasa seadanya; bahkan saat diberi air minum, dia sampai mengucapkan terima kasih dengan sopan tiga kali. Rasa berjaraknya terasa jelas, bahkan dari balik layar. Tapi begitu pindah ke G-Class seharga 3 juta, tangannya langsung bersandar di pegangan pintu dan dia tersenyum sampai matanya menyipit. Frekuensinya memulai obrolan bahkan nyaris tiga kali lipat.

Komentar yang bergulir di layar ramai sekali, seolah mau menjebol layar. Ada yang bilang ini pertimbangan rasional orang dewasa saat mencari pasangan, ada juga yang mencibirnya terlalu materialistis. Tapi sebenarnya, tak ada benar atau salah yang mutlak. Materi memang bisa memberi rasa aman dalam hidup, tetapi kalau mobil mewah dijadikan tiket masuk ke dalam hubungan, yang didapat pada akhirnya kemungkinan besar bukanlah kebersamaan yang dibangun dari ketulusan.