Penggunaan nyata terbesar kripto mungkin terjadi jauh di luar grafik harga.

Laporan baru dari Coinbase dan The Block Pro Research menyebutkan bahwa stablecoin memindahkan rata-rata lebih dari $400 juta per jam dalam aktivitas transfer organik selama kuartal ketiga 2026.

Yang lebih menarik: Sekitar 73% volume transfer stablecoin yang disaring selama 12 bulan hingga 31 Juli terjadi di luar jam operasional perbankan AS.

Dengan kata lain, pembayaran stablecoin tidak terbatas pada jadwal perbankan tradisional.

Inilah alasan hal tersebut penting:

• Transfer sepanjang waktu: Pembayaran berbasis blockchain dapat berlangsung di luar jam operasional perbankan konvensional, bergantung pada ketersediaan jaringan dan layanan.

• Biaya pengiriman uang yang berpotensi lebih rendah: Laporan tersebut memperkirakan bahwa pengiriman uang sebesar $200 dalam USDC melalui Base dapat menelan biaya sekitar 86% lebih rendah dibandingkan menggunakan jalur pembayaran tradisional.

• Infrastruktur pembayaran yang terus berkembang: Menurut studi tersebut, volume transaksi stablecoin yang telah disesuaikan mencapai $891 miliar pada kuartal ketiga.

• Peluang bisnis: Penyelesaian transaksi yang lebih cepat dapat membantu bisnis memindahkan dana secara internasional tanpa harus menunggu proses perbankan konvensional.

Namun, ada perbedaan penting. Angka-angka ini mengukur aktivitas transfer yang telah disesuaikan, bukan jumlah pengguna unik, investasi baru, atau aliran dana ke Bitcoin.

Stablecoin juga memiliki risiko, termasuk risiko penerbit, cadangan, platform, dan blockchain.

Kesimpulannya: Kripto bukan hanya soal memperdagangkan token yang volatil. Aset digital yang nilainya dipatok ke dolar semakin banyak digunakan sebagai infrastruktur pembayaran.

Kegunaan ini bisa menjadi salah satu perkembangan terpenting yang perlu diperhatikan di industri kripto.

$AVA
$EPIC
$COMP