Mengapa Anda Tidak Selalu Bisa Menjual Kripto dengan Harga yang Tertera?

Bayangkan Anda menjual ponsel bekas seharga $500. Seseorang menawar $500, dan transaksi pun selesai.

Sekarang bayangkan tidak ada yang bersedia membayar lebih dari $470. Jika ingin segera menjualnya, Anda mungkin harus menerima harga yang lebih rendah.

Kripto bekerja dengan cara yang serupa.

Di sinilah likuiditas menjadi penting.

Likuiditas berkaitan dengan seberapa mudah Anda membeli atau menjual aset tanpa memengaruhi harganya secara signifikan.

Misalnya, jika suatu koin memiliki banyak pembeli dan penjual aktif, pesanan Anda mungkin terlaksana mendekati harga yang diharapkan. Namun, jika aktivitas perdagangan suatu koin sangat rendah, pesanan yang relatif kecil sekalipun dapat mendorong harganya naik atau turun.

Berikut kesalahan yang sering dilakukan pemula:

Mereka melihat harga suatu koin naik 20% dan berasumsi bahwa mereka bisa menjual aset yang dimiliki kapan saja dengan harga yang tertera.

Namun, kenaikan harga tidak serta-merta berarti ada cukup permintaan untuk menjual pada harga tersebut.

Sebelum membeli koin yang belum dikenal, periksa tiga hal berikut:

Volume perdagangan: Apakah koin tersebut aktif diperdagangkan?

Buku pesanan: Apakah ada cukup banyak pesanan beli di sekitar harga saat ini?

Spread: Seberapa besar selisih antara harga beli dan harga jual terbaik?

Pelajaran praktis: Jangan menilai koin hanya dari pergerakan harganya. Periksa apakah aktivitas pasar cukup untuk mendukung transaksi yang ingin Anda lakukan.

Suatu koin bisa terlihat menarik di grafik, tetapi sulit diperdagangkan saat Anda benar-benar ingin menjualnya.

Pertanyaan untuk komunitas: Saat memilih kripto, apa yang Anda periksa terlebih dahulu: pergerakan harga, volume perdagangan, atau likuiditas?

$BAT
$GNS
$WLD