Mengulik: Berapa biaya yang harus dikeluarkan proyek biasa untuk listing di Binance Alpha?
Katanya, besi harus ditempa saat masih panas. Namun, dalam dunia startup kripto saat ini, teknologi saja tidak cukup—kita juga harus pintar berhitung. Belakangan ini, beredar di kalangan industri sebuah rincian biaya nyata untuk “listing di Binance Alpha”. Setelah melihatnya, kita hanya bisa bilang: julukan “mesin penghancur uang” memang bukan tanpa alasan.
Proyek biasa yang ingin ikut bermain mungkin harus menyiapkan total dana hampir 2 juta U. Uangnya dipakai untuk apa saja? Mari kita uraikan:
1. Promosi oleh KOL papan atas dan media: 500 ribu U
Sebagus apa pun produknya, tetap sulit dikenal kalau kurang terekspos. Promosi dari influencer besar dan publikasi media membutuhkan dana tunai yang tidak sedikit.
2. Mengerek harga dan menjaga stabilitas (market making): 500 ribu–1 juta U
Ini bagian yang paling menguras biaya sekaligus paling fleksibel. Setelah listing, harga tidak boleh anjlok begitu saja. Perlu menjaga harga dan likuiditas, bahkan mungkin harus menyiapkan dana untuk “menampung” token yang dijual.
3. Biaya terkait listing: 500 ribu U
Yang paham pasti paham. Sebagian dibayar tunai dan sebagian lagi dihitung dalam bentuk token—anggap saja ini harga untuk mendapatkan tiket masuk.
4. Biaya pemasaran dan acara: 150 ribu U
Token2049 di Singapura (100 ribu U) + KBW di Seoul, Korea Selatan (50 ribu U). Sewa tempat, mengadakan acara, dan kegiatan offline—semuanya butuh uang.
5. Gaji tim, perjalanan dinas, dan biaya operasional: 100 ribu U
Perjalanan dinas, menginap di hotel, dan menggaji tim.
Perlu dicatat, 2 juta U ini baru permulaan!
Selain itu, uang sebanyak ini sering kali tidak seluruhnya dibayar tunai. Banyak biaya yang dihitung menggunakan token proyek itu sendiri. Listing hanyalah tiket masuk; tantangan besar yang sesungguhnya ada setelahnya—bagaimana mempertahankan hype, likuiditas, dan volume perdagangan? Inilah bagian yang paling sulit dan seolah tak ada habisnya dalam menghabiskan uang.
Sekarang banyak proyek berlomba-lomba masuk ke bursa besar, tetapi kualitas proyek tetap harus menjadi yang utama. Kalaupun berhasil listing, tanpa narasi yang berkelanjutan dan pengguna sungguhan, jutaan yang digelontorkan mungkin tak akan menghasilkan apa-apa.
Dalam membangun startup kripto, kemampuan bercerita memang penting. Namun, pada akhirnya, kita juga harus pintar berhitung.
Katanya, besi harus ditempa saat masih panas. Namun, dalam dunia startup kripto saat ini, teknologi saja tidak cukup—kita juga harus pintar berhitung. Belakangan ini, beredar di kalangan industri sebuah rincian biaya nyata untuk “listing di Binance Alpha”. Setelah melihatnya, kita hanya bisa bilang: julukan “mesin penghancur uang” memang bukan tanpa alasan.
Proyek biasa yang ingin ikut bermain mungkin harus menyiapkan total dana hampir 2 juta U. Uangnya dipakai untuk apa saja? Mari kita uraikan:
1. Promosi oleh KOL papan atas dan media: 500 ribu U
Sebagus apa pun produknya, tetap sulit dikenal kalau kurang terekspos. Promosi dari influencer besar dan publikasi media membutuhkan dana tunai yang tidak sedikit.
2. Mengerek harga dan menjaga stabilitas (market making): 500 ribu–1 juta U
Ini bagian yang paling menguras biaya sekaligus paling fleksibel. Setelah listing, harga tidak boleh anjlok begitu saja. Perlu menjaga harga dan likuiditas, bahkan mungkin harus menyiapkan dana untuk “menampung” token yang dijual.
3. Biaya terkait listing: 500 ribu U
Yang paham pasti paham. Sebagian dibayar tunai dan sebagian lagi dihitung dalam bentuk token—anggap saja ini harga untuk mendapatkan tiket masuk.
4. Biaya pemasaran dan acara: 150 ribu U
Token2049 di Singapura (100 ribu U) + KBW di Seoul, Korea Selatan (50 ribu U). Sewa tempat, mengadakan acara, dan kegiatan offline—semuanya butuh uang.
5. Gaji tim, perjalanan dinas, dan biaya operasional: 100 ribu U
Perjalanan dinas, menginap di hotel, dan menggaji tim.
Perlu dicatat, 2 juta U ini baru permulaan!
Selain itu, uang sebanyak ini sering kali tidak seluruhnya dibayar tunai. Banyak biaya yang dihitung menggunakan token proyek itu sendiri. Listing hanyalah tiket masuk; tantangan besar yang sesungguhnya ada setelahnya—bagaimana mempertahankan hype, likuiditas, dan volume perdagangan? Inilah bagian yang paling sulit dan seolah tak ada habisnya dalam menghabiskan uang.
Sekarang banyak proyek berlomba-lomba masuk ke bursa besar, tetapi kualitas proyek tetap harus menjadi yang utama. Kalaupun berhasil listing, tanpa narasi yang berkelanjutan dan pengguna sungguhan, jutaan yang digelontorkan mungkin tak akan menghasilkan apa-apa.
Dalam membangun startup kripto, kemampuan bercerita memang penting. Namun, pada akhirnya, kita juga harus pintar berhitung.